Kecelakaan Maut di Bekasi

Siswa Masih Butuh Ketenangan, Kegiatan Belajar di Rumah SDN Kota Baru II dan III Diperpanjang 

Kegiatan belajar di rumah siswa SDN Kota Baru II dan III diperpanjang, hal ini dilakukan karena siswa masih membutuhkan keterangan. 

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA/YUSUF BACHTIAR
Plang SDN Kota Baru II dan III di Jalan Sultan Agung Bekasi lokasi kecelakaan maut yang menewaskan 10 nyawa. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kegiatan belajar di rumah siswa SDN Kota Baru II dan III diperpanjang, hal ini dilakukan karena siswa masih membutuhkan keterangan. 

Misan Sanusi Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Bekasi Barat mengatakan, siswa baru akan masuk pada Senin (12/9/2022) mendatang.

"Liburnya anak-anak itu di perpanjang hingga 12 September (2022)," kata Misan. 

Alasan libur diperpanjang tentu saja dengan berbagai pertimbangan dan masukan, sebelumnya jadwal masuk siswa pasca kecelakaan dilakukan hari ini Senin (5/9/2022). 

"Mungkin dalam tiga hari ini masih belum (siap), masih trauma masih syok gitu kan, banyak yang engga mau sekolah nah itu makannya di perpanjang," jelasnya.

Baca juga: Sederet Fakta Kecelakaan Maut di Bekasi: Tak Salah Jalan, Sopir Truk Lalai Hingga Tewaskan 10 Nyawa

Selama liburan atau belajar di rumah, siswa akan tetap mendapatkan pendampingan dari psikolog untuk pemulihan traumanya. 

"Ada trauma healing dari bagian psikolog Dinas Pendidikan, ya istilahnya untuk memberikan pemulihan untuk anak-anak yang syok dan trauma," jelas dia.

Kondisi terkini lokasi kecelakaan maut truk trailer di depan SDN Kota Baru II dan III, Jalan Sultan Agung Kota Bekasi, Kamis (1/9/2022).
Kondisi terkini lokasi kecelakaan maut truk trailer di depan SDN Kota Baru II dan III, Jalan Sultan Agung Kota Bekasi, Kamis (1/9/2022). (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Selain siswa, guru SDN Kota Baru II dan III juga akan mendapatkan pemulihan trauma dari ahli. 

"Dari guru kepala sekolah baru setelah itu anak-anak, kan anak-anak banyak ya mungkin akan di jadwal," tuturnya. 

Adapun aktivitas di sekolah saat ini hanya guru dan staf saja, mereka tetap mempersiapkan sarana belajar untuk siswa melalui jarak jauh. 

"Kalau guru-gurunya tetap di sekolah, karena berkaitan dengan absen, cuma aktivitasnya hanya mempersiapkan pembelajaran saja," tegasnya. 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved