Penjabat Pengganti Anies Baswedan

Golkar Minta Semua Fraksi di DPRD DKI Bisa Usulkan Pj Gubernur Pengganti Anies

golkar minta agar pemilihan tiga kandidat Pj Gubernur DKI yang akan menggantikan Gubernur Anies Baswedan turut melibatkan seluruh anggota DPRD DKI.

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Baco di Universitas Borobudur, Makasar, Jakarta Timur, Minggu (21/2/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Basri Baco minta pimpinan dewan terbuka dalam menentukan sosok Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta yang akan diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Ia pun minta agar pemilihan tiga kandidat Pj Gubernur DKI yang akan menggantikan Gubernur Anies Baswedan turut melibatkan seluruh anggota DPRD DKI.

Hal ini disampaikan Basri Baco di dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta yang digelar siang tadi.

"Kami mohon agar proses pengusulan tiga nama ke Kemendagri dapat dilakukan secara baik dan benar, dan ikut sertakan semua fraksi yang ada di DPRD, tidak hanya lima orang pimpinan dewan," ucapnya, Selasa (6/9/2022).

Ia pun mengingatkan bahwa Pj Gubernur DKI nantinya akan memimpin Jakarta hingga 2024 mendatang.

Baca juga: Anies Baswedan Terganjal Sebulan Sebelum lengser, Laporan Pelaksanaan Anggaran DKI 2021 Ditolak PSI

Oleh sebab itu, Basri Baco berharap agar Pj Gubernur DKI merupakan sosok yang netral dan tidak punya kepentingan tertentu.

"Karena itu kita harus menjaga stabilitas dan kepentingan yang ada di DPRD dan eksekutif, maka proses harus melibatkan fraksi sehingga hasilnya benar hasil keputusan bersama," ujarnya.

"Pj diharapkan bersifat netral dan tidak berpihak datu kelompok, kubu, atau partai tertentu," sambungnya.

Sebagai informasi, sosok Pj Gubernur DKI Jakarta yang akan menggantikan Gubernur Anies Baswedan nantinya akan ditunjuk langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Presiden Jokowi akan memilih satu dari beberapa nama kandidat yang disodorkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Untuk saat ini, Kemendagri pun meminta DPRD DKI turut mengusulkan nama yang dinilai layak menjadi Pj Gubernur.

Kemudian, Pj Gubernur DKI Jakarta ini akan memimpin ibu kota hingga 2024 mendatang.

Pasalnya, masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal berakhir 16 Oktober 2022 mendatang.

Sedangkan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI baru akan dilaksanakan di akhir 2024 mendatang.

Oleh karena itu, kekosongan jabatan tersebut bakal diisi oleh sosok Pj Gubernur yang punya kriteria sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) eselon I.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved