Ngaku Cuma Nyolek, Pelaku Pelecehan Saat Kebakaran di Setiabudi Ngeles Dituduh Remas Bokong Wanita

Pelaku pelecehan seksual saat kebakaran di Setiabudi ngeles dituduh meremas bokong perempuan.

Kolase Tribun Jakarta
Ilustrasi pelecehan seksual saat terjadi kebakaran.Pelaku pelecehan seksual saat kebakaran di Setiabudi ngeles dituduh meremas bokong perempuan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, SETIABUDI - Pelaku pelecehan seksual yang beraksi di tengah kebakaran di Jalan Minangkabau Dalam, Setiabudi, Jakarta Selatan mengelak telah meremas bokong perempuan berinisial KWL (20).

Pelaku berinisial HH (32) yang berkerja sebagai ojek online (ojol) mengaku hanya mencolek bokong korban, bukan meremasnya.

Hal itu disampaikan HH saat diperiksa penyidik Polsek Metro Setiabudi.

"Pengakuannya sih nggak pakai remas, cuma nyolek doang pengakuannya," kata Kanit Reskrim Polsek Metro Setiabudi Kompol Suparmin saat dikonfirmasi, Rabu (7/9/2022).

Sebaliknya, sambung Suparmin, korban mengatakan bahwa pelaku telah meremas bokongnya.

Baca juga: Janji Pemprov DKI Relokasi Korban Kebakaran Simprug Ternyata Menyesuaikan Ketersediaan Rusun

"(Korban) bilangnya diremas," ujarnya.

HH kini telah dipulangkan sejak Selasa (6/9/2022) setelah polisi memanggil keluarga pelaku guna diberikan penjelasan terkait peristiwa yang terjadi.

"Intinya keluarganya kita panggil biar jelas. Kalau ada apa-apa juga kan keluarganya tahu," ujar dia.

Suparmin mengungkapkan, dugaan pelecehan seksual bermula ketika KWL dan HH sama-sama hendak melihat peristiwa kebakaran di Jalan Minangkabau Dalam.

KWL yang berjalan bersama sang ibu hendak menuju rumah tantenya yang hangus terbakar.

Baca juga: Ditangkap Polisi, Begini Nasib Pelaku Pelecehan Remas Bokong Perempuan Saat Kebakaran di Setiabudi

Terduga pelaku kemudian memegang bokong korban di tengah keramaian.

Saat itu korban belum menaruh curiga. Ia masih berpikir apa yang dilakukan HH merupakan perbuatan yang tak disengaja.

"Orang ini lagi jalan nih, sama-sama mau lihat kebakaran, terus ditowel pantatnya. Mungkin yang pertama dipikir kesenggol," ungkap Suparmin.

Namun, lanjut Suparmin, terduga pelaku kembali memegang bokong korban untuk kedua kalinya.

"Yang ketiga dia (korban) teriak pas dipegang tuh. Dia lagi jalan sama ibunya, terus teriak," ujarnya.

Korban belum melaporkan kejadian yang dialaminya ke polisi. Sebab, korban belum mau menjalani visum.

Suparmin menuturkan, pihaknya sudah menyarankan korban untuk berkonsultasi dengan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan.

"Belum bikin laporan, karena kan mesti visum dulu. Tapi kan dia belum mau, makanya kita arahkan ke Polres (Jakarta Selatan), biar konsultasi dulu, biar unit PPA yang tangani. Perempuan kan korbannya ini," ujar dia.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved