Pulau Seribu Kelola 30 Persen Sampah Secara Mandiri, Sisanya Dikirim ke Bantargebang 4 Ton Per Pekan

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu mengelola 30 persen dari total 100 persen sampah yang dihasilkan setiap harinya.

Gerald Leonardo Agustino/TribunJakarta.com
Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kepulauan Seribu Iwan P. Samosir saat ditemui di Pulau Untung Jawa, Kabupaten Kepulauan Seribu, Rabu (7/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KEPULAUAN SERIBU - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu mengelola 30 persen dari total 100 persen sampah yang dihasilkan setiap harinya.

Di sisi lain, pengelolaan 70 persen sampah sisanya bukan lagi merupakan tanggung jawab Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu.

Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kepulauan Seribu Iwan P. Samosir mengatakan, 70 persen sampah yang dihasilkan setiap harinya di Kepulauan Seribu dikelola di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang, Bekasi.

TPST tersebut merupakan milik Unit Pengelola Sampah Terpadu Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

"Di Kepulauan Seribu ini kami masih menyelesaikan sampah itu 30 persen. 70 persen lagi kami masih mobilisasi sampai ke (TPST) Bantargebang," ucap Iwan saat ditemui di Pulau Untung Jawa, Rabu (7/9/2022).

Baca juga: Denmark Investasi Rp 1 Triliun untuk Kelola Sampah TPST Bantargebang Bekasi

Menurut Iwan, peran Sudin Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu terhadap 70 persen sampah harian tersebut hanya sebatas mengantarkannya ke daratan.

Sampah-sampah tersebut diantarkan dari pulau menggunakan kapal Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dan akan dipindahkan ke truk-truk sampah yang bakal bergerak menuju TPST Bantargebang.

"Itu melalui kapal sampah yang disediakan oleh teman-teman Dinas LH. Setiap hari ada 9 kapal yang bermobilisasi di 11 pulau permukiman, khusus mengangkut sampah," ucap Iwan.

Hitungan rata-rata sampah yang dikirimkan ke TPST Bantargebang setiap pekannya mencapai 3-4 ton.

Di sisi lain, 30 persen sampah harian yang dihasilkan di Kepulauan Seribu dikelola secara mandiri lewat berbagai teknologi.

Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kepulauan Seribu Iwan P. Samosir.
Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kepulauan Seribu Iwan P. Samosir saat ditemui di Pulau Untung Jawa, Kabupaten Kepulauan Seribu, Rabu (7/9/2022).

Namun, Iwan memang tak memungkiri teknologi pengolahan sampah yang kini sudah diterapkan di Kepulauan Seribu masih memerlukan pemutakhiran supaya bisa dimaksimalkan pada seluruh wilayah kepulauan.

Teknologi pengolahan sampah seperti mesin pencacah hingga pemanfaatan maggot sudah diterapkan setidaknya lima tahun belakangan.

Teknologi tersebut diterapkan untuk pengolahan sampah organik dan non-organik, tidak termasuk limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun).

"Sudah ada beberapa pilot project untuk penyelesaian sampah seperti mesin pencacah sampah, pirolysis, bahkan dengan maggot. Ini beberapa teknologi yang telah kami terapkan, namun memang volumenya mungkin masih perlu ditambah," kata Iwan.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved