Cerita Kriminal

Bocah 4 SD Jadi Korban Bejat Ayah Tirinya di Tangerang Selatan, Pelakunya Kabur dari Rumah

Bocah kelas empat SD jadi korban bejat ayah tirinya di Tangerang Selatan. Ini kata polisi.

News Law
Ilustrasi pencabulan.Bocah kelas empat SD jadi korban bejat ayah tirinya di Tangerang Selatan. Ini kata polisi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Seorang ayah tiri di Tangerang Selatan tega melakukan pencabulan kepada anaknya yang masih di bawah umur.

Malahan, pencabulan tersebut tidak hanya sekali dilakukan di rumahnya sendiri.

Peristiwa ini awalnya diketahui usai diunggah ke media sosial.

Foto sang pelaku yang merupakan ayah tiri korban dipasang memakai topi.

Atas kejadian ini pun orang tua korban melaporkan perbuatan pelaku ke polisi.

"Baru mau naik sidik, pelaku dalam pengejaran ya," papar Kanit PPA Polres Tangsel Iptu Siswanto saat dihubungi, Kamis (8/9/2022).

Baca juga: Eks Ketua RT Cabul di Bekasi Dovonis 3 Tahun, Keluarga Korban Tidak Terima

Baca juga: Ma Jangan Bilang Siapa-siapa Tulis Bocah Korban Cabul Ustaz, Peristiwa Tragis di Toilet Terungkap

Hingga detik ini pun pelaku masih dalam pengejaran polisi.

Menurut Siswanto, pelaku yang belum diketahui identitasnya tersebut adalah ayah tiri korban.

Parahnya, kejadian yang dialami sang korban ini sudah sejak dirinya mengenyam pendidikan kelas 4 Sekolah Dasar (SD).

"Awal kejadian seingat korban, saat itu korban masih sekolah di kelas 4 SD, dan saat itu pelaku Suhendi mencium korban dan daerah sensitif lainnya," ungkap Siswanto.

Kemudian, beberapa hari berikutnya pelaku melakukan perbuatan bejatnya saat korban sedang tidur.

Saat itu korban sedang tidur bersama dengan ibunya dan pelaku memegang kemaluan korban.

Berbagai macam pelecehan pun dilakukan pelaku kepada anak tirinya itu.

Ia mengatakan terakhir kali pelaku melakukan pencabulan terhadap korban pada Januari 2022.

Menurutnya, saat itu sang ibu sedang tidur di kamar belakang dan korban tidur di kamar depan.

"Namun saat itu korban sempat menendang Suhendi dan memakinya, setelah itu Suhendi menghentikan perbuatannya," pungkasnya.

Hingga saat ini, korban masih dalam pantauan Pemerintah Tangerang Selatan untuk pendampingan.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved