Ojol Bayar Rp1.000 Drop dan Pick Up Penumpang di Stasiun Bekasi Timur, PT KAI Pastikan Bukan Pungli 

Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan, tarif parkir Rp1.000 bagi ojek online di Stasiun Bekasi Timur resmi alias bukan pungli. 

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
ISTIMEWA
area Parkir depan Stasiun Bekasi Timur Jalan Ir. Juanda Kota Bekasi. Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan, tarif parkir Rp1.000 bagi ojek online di Stasiun Bekasi Timur resmi alias bukan pungli.  

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Sebuah unggahan di Twitter menampilkan keluhan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL), di Stasiun Bekasi Timur aktivitas drop dan Pick Up penumpang ojeng online wajib bayar parkir Rp1000. 

Unggahan tersebut mendapatkan bayak tanggapan, bahkan tarif parkir tersebut dianggap pungutan liar (pungli) oknum tidak berizin.

Menanggapi hal itu, Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan, tarif parkir Rp1000 itu resmi alias bukan pungli

"PT KAI Daop 1 Jakarta memastikan bahwa di area parkir Stasiun Bekasi Timur tidak ada pungutan liar seperti informasi beberapa saat lalu," kata Eva dalam keterangannya, Kamis (8/9/2022). 

Dia menjelaskan, area parkir yang dikenakan tiket Rp1000 untuk aktivitas antar-jemput ojol dikelola PT Totabuan Manajemen.

Baca juga: Kabar Baik Warga Jakarta, Gubernur Anies Sediakan Indekos Apartemen Kelas Menengah Dekat Stasiun MRT

"Tiket Rp1.000 yang dikenakan pada saat ojek online melalui gate parkir merupakan tiket resmi, bukan pungutan liar. Tiket tersebut dikeluarkan oleh pihak pengelola," jelasnya. 

PT KAI lanjut dia, menyiapkan area antar-jemput penumpang tanpa harus dikenakan biaya. Titiknya memang berada sedikit lebih jauh dari lobby Stasiun Bekasi Timur.

area Parkir depan Stasiun Bekasi Timur Jalan Ir. Juanda Kota Bekasi.
area Parkir depan Stasiun Bekasi Timur Jalan Ir. Juanda Kota Bekasi. (ISTIMEWA)

"Tersedia area batas drop off untuk angkutan online. Jika ojek online tidak melalui gate maka calon penumpang cukup berjalan sekitar 100 meter untuk dapat menuju hall stasiun," paparnya. 

Area parkir yang dikelola PT Totabuan merupakan lahan milik swasta bukan PT KAI, hal ini yang menyebabkan terdapat perbedaan kebijakan dalam penarikan tiket. 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved