Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Polri Klaim Akurasi Lie Detector Ferdy Sambo Cs Nyaris Sempurna, Nyatanya Dibantah Eks Kabareskrim

Polri klaim tingkat akurasi Lie Detector untuk Ferdy Sambo dan tersangka kasus Brigadir J yang nyaris sempurna tapi hal lain diungkap eks Kabareskrim.

Editor: Elga H Putra
Kolase Foto Kompas.com
Klaim Polri yang menyebut tingkat akurasi Lie Detector untuk Ferdy Sambo dan para tersangka pembunuhan Brigadir J yang nyaris sempurna nyatanya bertolak belakang dengan pernyataan eks Kabareskrim. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Klaim Polri yang menyebut tingkat akurasi Lie Detector untuk Ferdy Sambo dan para tersangka pembunuhan Brigadir J yang nyaris sempurna nyatanya bertolak belakang dengan pernyataan eks Kabareskrim.

Diketahui, di momen dua bulannya kematian Brigadir J, yang tengah menjadi sorotan adalah penggunaan lie detector untuk menguji kejujuran para tersangka, termasuk Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyatakan bahwa lie detector atau alat polygraph milik Polri tingkat akurasinya nyaris sempurna lantaran mencapai di atas 90 persen.

Adapun alat lie detector milik Polri itu impor dari Amerika Serikat.

"Kalau di bawah 90 persen itu tidak masuk dalam ranah pro justitia.

Baca juga: Ferdy Sambo Tak Ada Takutnya, Di Depan Kapolri Saja Masih Berani Bohong Bahkan Sampai Bersumpah

Kalau masuk dalam ranah pro justitia berarti hasilnya penyidik yang berhak mengungkapkan ke teman-teman.

Termasuk nanti penyidik juga mengungkapkan ke persidangan," kata Dedi.

Dedi mengakui bahwa lie detector memang kerap digunakan dalam pemeriksaan saksi atau tersangka dalam kasus Brigadir J.

Ilustrasi lie detector.
Ilustrasi lie detector. Klaim Polri yang menyebut tingkat akurasi Lie Detector untuk Ferdy Sambo dan para tersangka pembunuhan Brigadir J yang nyaris sempurna nyatanya bertolak belakang dengan pernyataan eks Kabareskrim.(freepik via Tribunnews)

Di antaranya, pemeriksaan terhadap tersangka Putri Chandrawati dan asisten Putri, Susi.

"Jadi hasil polygraph setelah saya berkomunikasi dengan Puslabfor dan juga operator polygraph bahwa hasil polygraph atau lie detector itu adalah projustitia," katanya.

Sejauh ini sudah tiga tersangka kasus pembunuhan Brigadir J selesai menjalani pemeriksaan dengan alat lie detector atau pendeteksi kebohongan.

Ketiga tersangka yang menjalani tes lie detector di antaranya Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR, dan Kuat Maruf alis KM.

Hasil tes lie detector ketiganya tidak menunjukan kebohongan.

"Barusan saya dapat hasil sementara uji Polygraph terhadap RE, RR dan KM, hasilnya 'No Deception Indicated' alias Jujur," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi kepada wartawan dalam keterangan tertulis, Selasa (6/9/2022).

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved