Cerita Kriminal

Sebelum Ludahi Tukang Gosip di Rusun Cengkareng, Pria ini Sempat Beri Ancaman Pakai Benda Tajam

Saking kesalnya dengan emak-emak tukang gosip di rusun Cengkareng, pria berinisial AS sempat meludahi dan mengancam korban berinisial S dengan pisau.

DOUG MENUEZ/GETTY IMAGES
Ilustrasi borgol - Saking kesalnya dengan emak-emak tukang gosip di rusun Cengkareng, pria berinisial AS sempat meludahi dan mengancam korban berinisial S dengan pisau. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, CENGKARENG - Saking kesalnya dengan emak-emak tukang gosip di rusun Cengkareng, pria berinisial AS sempat meludahi dan mengancam korban berinisial S dengan pisau.

Namun, sebelum meludahinya, AS memanggil S dengan sebutan binatang.

S pun memutuskan membuat laporan polisi gara-gara pertikaian itu.

Aksi meludahi itu terjadi pada Jumat (19/8/2022) silam.

S yang bekerja sebagai kuli cuci baju bertemu kembali dengan AS saat menaiki sepeda di jalan.

Baca juga: Kejam! Bukannya Menolong, Suami di Depok Malah Teriaki Kasar Istri dan Anaknya yang Dilahap Api

Pelaku kemudian memanggil S ke dekat masjid, tempat AS mengontrak.

AS memanggil dengan sebutan binatang kepada S.

Ilustrasi gosip atau bergunjing - Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Cengkareng Timur berinisial AS meludahi seorang emak-emak hingga mengancamnya setelah mengetahui dirinya jadi bahan pergunjingan emak-emak di Rusun Cinta Kasih Cengkareng. 
Ilustrasi gosip atau bergunjing - Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Cengkareng Timur berinisial AS meludahi seorang emak-emak hingga mengancamnya setelah mengetahui dirinya jadi bahan pergunjingan emak-emak di Rusun Cinta Kasih Cengkareng.  (notablelife.com)

S lalu menghampirinya meski disebut dengan kata kasar.

"Lalu si korban diludahi. Si ibu itu marah lalu ditarik lah kerah baju si pelaku. Cekcok lagi terus diludahi lagi," kata Ketua RW 017 Cengkareng Timur, Mad Sani.

Saking emosinya, AS sampai mengeluarkan pisau dan mengancam S.

Keributan itu kemudian dilerai oleh salah satu warga yang biasa meminta sumbangan amal jariyah.

Setelah kejadian itu, S melaporkan kepada Mad Sani yang baru selesai salat Jumat.

"Dia nemuin saya katanya mau lapor polisi. Saya bilang ada masalah apa? Lalu cerita lah dia," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved