Hakim PN Jaksel Datangi Lahan Pancoran Buntu 2, Pertamina Tunjukkan Peta dan Sertifikat Asli

Sidang lanjutan gugatan perdata terkait kepemilikan lahan di Jalan Pancoran Buntu 2, Pancoran, Jakarta Selatan, kembali digelar pada Jumat (9/9/2022).

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menanyakan perihal patok dan batas lahan sengketa gugatan lahan seluas 2,8 hektare kepada warga yang mengaku ahli waris selaku penggugat, di lahan Pancoran Buntu 2, Pancoran, Jakarta Selatan. Jumat (9/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN - Sidang lanjutan gugatan perdata terkait kepemilikan lahan di Jalan Pancoran Buntu 2, Pancoran, Jakarta Selatan, kembali digelar pada Jumat (9/9/2022).

Sidang dengan agenda pemeriksaan setempat itu digelar langsung di lahan Pancoran Buntu 2 sebagai objek yang diperkarakan.

Diketahui, polemik sengketa tanah di Jalan Pancoran Buntu 2 sempat menimbukan beberapa kali bentrokan.

Bentrokan pertama terjadi pada 24 Februari 2021.

Bentrokan kembali terulang sebulan kemudian, tepatnya pada 17 Maret 2021.

Baca juga: Sidang Sengketa Lahan di Pancoran, Penggugat Tak Berkutik Ditanya Hakim soal Patok dan Batas Lahan

Pihak penggugat dalam perkara ini adalah warga yang mengaku ahli waris.

Sedangkan pihak tergugat adalah PT Pertamina Training and Consulting (PTC).

Sidang gugatan perdata terkait kepemilikan lahan di Jalan Pancoran Buntu 2 yang diigelar majelis hakim Pengadilan Jakarta Selatan di lokasi, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (9/9/2022), diwarnai keributan.
Sidang gugatan perdata terkait kepemilikan lahan di Jalan Pancoran Buntu 2 yang diigelar majelis hakim Pengadilan Jakarta Selatan di lokasi, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (9/9/2022), diwarnai keributan. (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

Dalam sidang pemeriksaan setempat, pihak penggugat maupun tergugat membawa peta bidang lahan Pancoran Buntu 2.

"Dia pakai peta (bidang), petanya si penggugat. Kita sebagai tergugat juga menghadirkan peta yang 4,4 hektare. Yang penggugat itu 2,8 hektare," kata Ketua Tim Recovery Aset Pertamina Aditya Karma di lokasi.

Bedanya, lanjut Aditya, peta yang dibawa pihak Pertamina dibuat berdasarkan 24 sertifikat yang dimiliki.

Sebaliknya, Aditya menyebut pihak penggugat tidak menunjukkan sertifikat apa pun dalam persidangan hari ini.

"Peta yang kita bawa tadi, tanah itu yang 4,4 hektare itu terdiri dari 24 lembar sertifikat. Tadi kita bawakan. Kami tunjukkan tuh tanahnya, karena kami bawa data yang resmi dan dikonfirmasi oleh BPN tadi, iya ini Citata punya denah," ujar dia.

Massa yang mengatasnamakan Forum Pancoran Buntu menggelar aksi demonstrasi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (21/4/2021).
Massa yang mengatasnamakan Forum Pancoran Buntu menggelar aksi demonstrasi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (21/4/2021). (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

"Penggugat tadi datang bawa peta juga, peta yang tidak dibikin oleh badan resmi, tidak bisa disebutkan tadi peta dari mana. Itu sebabnya Hakim datang ke lapangan untuk menanyakan," tambahnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved