Formula E

Masa Jabatan Anies Baswedan Segera Berakhir, PDIP Tetap Ngotot Ajukan Interpelasi Formula E

PDI-Perjuangan DPRD DKI Jakarta tetap ingin menggelar interpelasi terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang ngotot menggelar Formula E.

Kolase Tribun Jakarta
Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono dan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan - PDI-Perjuangan DPRD DKI Jakarta tetap ingin menggelar interpelasi terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang ngotot menggelar Formula E. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - PDI-Perjuangan DPRD DKI Jakarta tetap ingin menggelar interpelasi terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang ngotot menggelar Formula E.

Padahal, masa jabatan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta bakal berakhir pada 16 Oktober 2022 mendatang.

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono mengatakan masa jabatan Anies sebagai kepala daerah tetap tak akan mempengaruhi hak interpelasi jilid II ini.

Apalagi interpelasi kali ini bukan sekedar ingin mengetahui transparasi dana APBD yang digunakan.

Namun, dipastikan untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh.

Baca juga: Anies Baswedan Dipanggil KPK, PDIP Makin Mantap Gulirkan Interpelasi Formula E

"Evaluasi ini tidak berhubungan langsung dengan personalnya. Kita evaluasi dalam konteks menyelenggarakan pemerintahan kalau penyelenggaraan pemerintahan itu kan berkelanjutan. Jadi misalkan nanti bagaimana nanti dengan komunikasi, tetapi nanti siapa yang bertanggung jawabnya dalam konteks persoalan hukumnya nanti akan ketahuan. Kalau itu ada ranah hukum," ucapnya, Jumat (9/9/2022).

Secara garis besar, PDI-Perjuangan menyasar ke pengelolaan keuangan daerah terkait penyelenggaraan Formula E pada 4 Juni 2022 lalu.

Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono dan atap tribun penonton Sirkuit Formula E ambruk
Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono dan atap tribun penonton Sirkuit Formula E ambruk (ISTIMEWA/Kolase Tribun Jakarta)

"Jadi konteks evaluasi ini tidak terpaku terhadap masa bakti Anies Baswedan karena kita tidak mau menyasar Anies Baswedan tapi yang mau kita sasar adalah mekanisme pengelolaan keuangan daerah," lanjutnya.

"Jadi jangan salah. Jadi seolah-olah ibaratnya ngejar-ngejar Anies. Ga ada urusan. Konteks Fraksi PDIP evaluasi terhadap pengelolaan keuangan daerahnya. Karena itu tadi sistem pemerintahan berkelanjutan. Kita nggak mau menyasar Pak Anies. Jadi persepsinya jangan salah PDIP mengkriminalisasi Anies. Engga, ga ada urusan itu," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved