Formula E

PDIP Putar Balikkan Omongan Anies Baswedan Soal KPK Balai Kota, Singgung Anggaran TGUPP hingga BW

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono memutarbalikkan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan setelah soal KPK Balai Kota.

Kolase Tribun Jakarta
Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono dan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan. Gembong Warsono memutarbalikkan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan setelah soal KPK Balai Kota. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono memutarbalikkan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan setelah soal KPK Balai Kota.

Diketahui, pada Rabu (7/9/2022), orang nomor satu di DKI itu memenuhi panggilan KPK terkait kasus dugaan korupsi Formula E.

Hampir 11 jam diperiksa, Anies menuturkan keterlibatannya dalam membantu tugas KPK.

Termasuk ketika dirinya terjun ke dunia politik dan menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyinggung soal pembentukan komisi pencegahan korupsi di ibu kota yang hadir di Pemprov DKI atau yang disebut dengan KPK Balai Kota.

Baca juga: Diperiksa KPK 11 Jam, Anies Baswedan Curhat Banyak Agenda Terganggu: Ini Menyita Waktu dan Energi

Gembong tegas menyatakan KPK Balai Kota tidak efektif mencegah terjadinya korupsi.

"Dan kalau kita telaah apakah manfaatnya sangat untuk mencegah korupsi di DKI Jakarta yang KPK balai kota itu jawaban saya tidak," katanya saat dihubungi, Jumat (9/9/2022).

Gembong menilai tak ada dampak signifikan dari pembentukan komisi ini.

Sehingga pernyataan yang dibeberkan Anies dianggapnya tak sesuai dengan fakta di lapangan.

"Jadi kalau kita mau apakah sebanding dengan alokasi yang dikeluarkan untuk TGUPP terkait pencegahan korupsi di Jakarta jawabannya saya tidak. Kenapa? Faktanya kan jelas masih banyak kejadian-kejadian yang saat ini sedang proses hukum," lanjutnya.

"Artinya bahwa kehadiran KPK Balai Kota yang dimotori oleh Pak BW (Bambang Widjojanto) kan tidak membawa dampak yang signifikan dalam konteks mencegah korupsi di Jakarta (pencegahan korupsi ibu kota)," pungkasnya.

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengkritisi kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang kerap mengganti selama lima tahun menjabat, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (22/8/2022).
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengkritisi kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang kerap mengganti selama lima tahun menjabat, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (22/8/2022). (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

Diwartakan sebelumnya, Anies Baswedan diperiksa KPK soal dugaan korupsi pada penyelenggaraan Formula E di Jakarta.

Usai diperiksa, Anies menyebut dirinya membantu tugas KPK, dan bercerita soal KPK Balai Kota yang ia bentuk.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved