Cerita Kriminal

Polisi Masih Cari Rekaman CCTV Kasus Begal Sopir Ekspedisi di Tol Jagorawi Kramat Jati

Jajaran Unit Reskrim Polsek Kramat Jati, Jakarta Timur masih menyelidiki kasus begal terhadap sopir ekspedisi di ruas Tol Jagorawi.

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Bima Putra/TribunJakarta.com
Jajaran Unit Reskrim Polsek Kramat Jati olah TKP kasus begal dialami Anton Rudianto di ruas Tol Jagorawi, Jakarta Timur, Sabtu (10/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Jajaran Unit Reskrim Polsek Kramat Jati, Jakarta Timur masih menyelidiki kasus begal terhadap sopir ekspedisi di ruas Tol Jagorawi dekat Gerbang Tol Dukuh 2.

Kapolsek Kramat Jati Kompol Tuti Aini mengatakan pihaknya sudah menerima laporan kasus dialami Anton Rudianto (30) dan kini sedang mencari CCTV untuk mengidentifikasi pelaku.

"Lagi lidik (penyelidikan), anggota masih di lapangan," kata Tuti di Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (10/9/2022).\

Saat Anton menjadi korban komplotan begal bersenjata tajam sebenarnya terdapat video amatir yang direkam seorang sopir truk ekspedisi menggunakan handphone.

Tapi dalam video tersebut wajah keempat pelaku tidak tersorot, hanya tampak ketika Anton ditarik keluar dari dalam mobil sehingga identitas pelaku belum dapat dipastikan.

Baca juga: Dalam Sebulan, 2 Sopir Truk Ekspedisi Dibegal di Tol Jagorawi Kramat Jati

Sementara sopir ekspedisi perekam video tidak berani membantu korban lantaran melihat para pelaku membawa dua bilah klewang, satu gergaji es, dan batang besi untuk menyerang Anton.

"Pas mereka minta untuk menyerahkan handphone dan dompet saya sempat mencoba melawan. Saya cari benda (untuk perlawanan), tapi enggak ada. Akhirnya saya ditarik keluar," ujar Anton.

Akibat kejadian itu Anton mengalami luka bacok di bagian jari dan lengan, serta luka hantam batang besi di bagian leher, lengan, serta paha hingga sempat tersungkur dekat Gerbang Tol Dukuh 2.

Upaya Anton untuk meminta pertolongan dengan berlari ke arah gerbang tol pun tidak membuahkan hasil, karena saat kejadian sedang tidak ada petugas di Gerbang Tol Dukuh 2.

"Untung mereka enggak mengejar saya dan enggak ada barang diambil. Saya baru kembali ke lokasi setelah teman-teman saya datang. Langsung diantar ke RS untuk berobat," tutur Anton.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved