Penghuni Apartemen Protes, Kantor Pengelola Disegel Buntut Persoalan Iuran Pengelolaan Lingkungan

Puluhan penghuni apartemen yang berada di kawasan Penjaringan, melakukan penyegelan terhadap kantor pengelola di tempat tinggalnya.

Editor: Wahyu Septiana
ISTIMEWA
Puluhan penghuni apartemen yang berada di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Sabtu (11/9/2022), melakukan penyegelan terhadap kantor pengelola di tempat tinggalnya. 

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Puluhan penghuni apartemen yang berada di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Sabtu (11/9/2022), melakukan penyegelan terhadap kantor pengelola di tempat tinggalnya.

Hal ini terjadi karena warga memprotes pihak pengelola karena diduga tidak transparan atas iuran pengelolaan lingkungan yang mereka telah bayarkan.

Ketegangan sempat terjadi antara penghuni apartemen dengan pihak pengelola.

Penghuni yang kesal langsung melakukan penyegalan paksa kantor pengelola.

Namun, pihak pengelola langsung membuka segel yang dibuat penghuni hingga kericuhan tak terelakan.

Berdasarkan informasi yang didapat, kejadian ini bermula saat bulan Juli 2022 lalu, saat sejumlah penghuni apartemen menyadari tidak adanya kejelasan terkait iuran pengelolaan lingkungan yang dibayarkan.

Para penghuni akhirnya bereaki dengan menanyakann pengelolaan uang iuran yang telah dibayarkan.

Namun, tidak mendapatkan respons baik dari pihak pengelola.

Baca juga: Anies Baswedan Sebut Rumah DP Nol Rupiah Lebih Diminati Dibandingkan Apartemen Pihak Swasta

Hingga akhirnya para penghuni apartemen membuat sikap dengan memberikan mosi tidak percaya terhadap pengelola.

Tindakan yang dilakukan penghuni apartemen ayitu dengan tidak membayar iuran pengelolaan lingkungan.

Kondisi tersebut ditanggapi serius dengan pihak pengelola yang malah memutus aliran listrik dan air bagi para penghuni yang tidak membayar iuran pengelolaan lingkungan.

Para penghuni langsung bereaksi dan marah dan memprotes perlakuan tidak menyenangkan dari pihak pengelola.

Warga apartemen tersebut menganggap pengelola yang ditunjuk oleh pengurus tidak melalui lelang hingga tidak memiliki legalitas.

"Warga yang menyegel dikarenakan kekesalan yang sudah menggunung atau akumulasi dari kekesalan warga terhadap ketidakpercayaan mereka terhadap kepengurusan karena warga itu mengharapkan transparansi yang tidak pernah di dengar oleh pihak pengurus," ujar seorang penghuni apartemen, TIrto Soetandio.

"Bukan, tentang transparansi laporan keuangan, transparansi penunjukan badan pengelola atau pemilihan badan pengelola dan selanjutnya masih lagi terjadi lagi pada ruang itu adalah puncak dari segalanya," kata dia.

Baca juga: Apartemen Mewah Bergaya Modern di Kabupaten Tangerang ini Siap Huni, Rata-rata Pembeli Usia 30 Tahun

"Warga menanyakan transparansi lagi tapi tidak ada jawaban yang memuaskan dari pihak pengurus pada saat itu dan juga menanyakan beberapa hal kepengurusan termasuk susunan kepengurusan tidak ada yang transparansi dan juga akhirnya akhirnya warga membuat mosi tidak percaya terhadap kepengurusan sekarang ini. Dari situlah muncul permasalahan hingga akhirnya seperti yang disampaikan oleh pengacara," ujarnya.

Para penghuni menuntut pengurus apartemen bisa mengganti pengelola yang masih bekerja saat ini.

Hal tersebut disebabkan karena tidak ada transparansi dan diduga telah menggelapkan uang warga. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved