PSSI Sebut JIS Belum Memenuhi Standar FIFA, Anggota DPRD DKI Kenneth: Audit, Libatkan BPKP

Anggota DPRD DKI Hardiyanto Kenneth angkat bicara bicara mengenai polemik JIS yang disebut tidak memenuhi standar FIFA, Selasa (13/9/2022).

Istimewa
Anggota DPRD DKI Hardiyanto Kenneth angkat bicara bicara mengenai polemik JIS yang disebut tidak memenuhi standar FIFA, Selasa (13/9/2022). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Polemik antara Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) masih terus bergulir.

Hal itu terkait dengan pernyataan PSSI terkait Jakarta International Stadium (JIS) yang tidak memenuhi standar FIFA.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth meminta kepada PSSI dan PT Jakpro agar tidak melakukan debat kusir di media terkait dengan tidak layaknya JIS untuk pertandingan persahabatan dengan Timnas Curacao.

Menurut pria yang akrab disapa Kent itu, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bisa dilibatkan untuk mengaudit pembangunan JIS ini, apakah sudah memenuhi standar FIFA atau belum.

"PSSI dan Jakpro tak perlu lah debat kusir berkepanjangan di media. Alangkah baiknya libatkan BPKP untuk mengaudit apakah pembangunan JIS ini sesuai dengan standart Internasional atau tidak, kemudian hasilnya di ekspose ke publik secara transparan, daripada ribut di media seperti ini, saling mengklaim sana sini, ujung ujungnya membuat masyarakat semakin bingung," ketus Kent dalam keterangannya, Selasa (13/9/2022).

Baca juga: PSSI Nyatakan JIS Tak Layak Gelar FIFA Matchday, Gerindra Nilai Belum Tentu Usaha Jatuhkan Anies

Ketua IKAL PPRA LXII Lemhannas RI ini menambahkan, BPKP bisa dilibatkan untuk mengaudit JIS agar tidak ada kesalapahaman antara PSSI, PT Jakpro, dan masyarakat.

Karena anggaran pembangunan JIS ini menggunakan uang rakyat.

"Kalau Jakpro berani dan gentle libatkan BPKP dong agar polemik ini tidak berkepanjangan, jangan klaim secara sepihak saja. buktikan dong kalau statement PSSI tersebut salah. BPKP bisa mengaudit apakah JIS sudah bertaraf Internasional ataupun FIFA, dan jika belum bertaraf Internasional, ya Jakpro harus bertanggung jawab atas statementnya bahwa JIS ini sudah memenuhi standart Internasional. Hal ini harus dilakukan agar ke depannya clean dan clear serta tidak akan muncul fitnah di kemudian hari," tegas Kent.

Kemudian jika setelah audit BPKP selesai dan terbukti ada penyelewengan dalam pembangunan JIS ini, kata Kent, penegak hukum bisa masuk untuk menindaklanjuti dan melakukan penyidikan lebih lanjut.

Baca juga: Polemik JIS, Sekjen PSSI Ungkap Sejumlah Kekurangan: Stadion Lebih Cocok di Madrid, London dan Milan

Sebab, prinsipnya pembangunan JIS tersebut menggunakan uang rakyat bukan pribadi.

"Saya rasa sangat pantas jika melibatkan BPKP, karena JIS itu kan membangunnya pakai uang rakyat, bukan uang pribadi atau perusahaan, dan jika ada terbukti penyelewengan dalam pembangunan JIS ini, ya saya harap aparat penegak hukum bisa menindak lanjuti," beber Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan Jakarta itu.

Dikutip dari laman resmi PSSI, Jumat, 9 September 2022, berdasarkan hasil inspeksi tim Infrastructure Safety and Security PSSI, Stadion JIS belum memenuhi kelayakan 100 persen infrastruktur.

Kelayakan infrastruktur itu mencakup area drop off tim, sirkulasi aktivitas terkait pertandingan di outer perimeter menumpuk di barat utara.

Bahkan, menurut PSSI, concourse timur belum dapat digunakan, perimeter tribune perlu pengkajian ulang, pagar perimeter di bawah concourse barat tidak kokoh dan sarana prasarana pendukung seperti kantung parkir, transportasi umum, dan jalan akses menuju stadion belum sesuai standar.

"Jika dilihat dari hasil inspeksi tim Infrastructure Safety and Security PSSI, seharusnya stadion bertaraf Internasional tidak seperti ini. Kita ambil contoh Singapore National Stadium, salah satu stadion termegah berstandar Internasional di Asia Tenggara, disana membuat pemain serta penonton nyaman karena fasilitasnya sudah memadai," pungkas Kent.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi mengatakan, pihaknya telah melakukan uji kelayakan JIS. Hasilnya, beberapa infrastruktur JIS dianggap belum layak untuk menggelar FIFA Matchday. Kondisi itu membuat PSSI berpikir ulang untuk menggunakan JIS. Oleh karena itu, Stadion Pakansari, Bogor dan Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi menjadi opsi pengganti JIS.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved