Penjabat Pengganti Anies Baswedan

Tolong Pria Tersesat saat Haji, Marullah Matali Lihat Keajaiban, Kini Selangkah Lagi Gantikan Anies

Sekda DKI Marullah Matali bercerita mengenai keajaiban tolong jemaah haji yang tersesat. Kini nama Marullah mencuat gantikan Anies Baswedan.

Kolase Foto TribunJakarta
Kolase Foto Sekda DKI Jakarta Marullah Matali dan Jemaah Haji. Sekda DKI Marullah Matali bercerita mengenai keajaiban tolong jemaah haji yang tersesat. Kini nama Marullah mencuat gantikan Anies Baswedan. 

Mantan Wali Kota Jakarta Selatan itu mengalahkan dua pesaingnya, yaitu Penjabat (Pj) Sekda DKI Sri Haryati dan Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan penunjukan Marullah sebagai Sekda DKI sepenuhnya merupakan kewenangan dari Presiden Jokowi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta jajarannya pun tak bisa mengintervensi keputusan Jokowi.

"Kami akan menerima apa pun keputusan dari pemerintah pusat dan memastikan proses dan kinerja, program-program ke depan bersama gubernur dan sekda berjalan baik," kata pria yang akrab disapa Ariza itu, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Anies Baswedan Ogah Komentari Sekda Marullah Matali yang Direkomendasikan Jadi Pj Gubernur DKI

Ariza mengatakan, proses pemilihan Sekda DKI telah dilakukan secara terbuka dan profesional.

Adapun proses seleksi Sekda DKI ini telah dimulai sejak Oktober 2020 atau dua pekan setelah Saefullah meninggal.

"Proses pemilihan sejak awal dilakukan sesuai mekanisme dan aturan perundang-undangan yang ada. Dilakukan secara profesional, transparan, sampai tiga besar," ujarnya di Balai Kota.

Awalnya, proses seleksi dilakukan secara terbuka dengan jumlah calon mencapai 10 orang.

Selain ketiga orang nama yang diajukan Anies ke Presiden Jokowi, beberapa pejabat yang ikut seleksi antara lain Yusmada Faizal (Asisten Pembangunan Setda DKI); Andri Yansyah (Kepala Disnakertrans dan Energi).

Kemudian, Dhany Sukma (Kepala Dukcapil DKI); Faisal Syafruddin (Kepala BP BUMD DKI); Bayu Meghantara (Anggota TGUPP); Edi Sumantri (Kepala BPKD DKI); dan Arifin (Kepala Satpol PP).

"Tujuannya adalah agar semua mendapat kesempatan yang sama. Supaya semua bisa belajar dan tidak ada persaingan internal," kata dia.

"Semuanya berkompetisi dilakukan secara sehat dan pada akhirnya terpilih berdasarkan keputusan pemerintah pusat," tambahnya menjelaskan. (TribunJakarta.com)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved