Diminta Gratiskan Transjakarta Imbas Harga BBM Naik, Wagub Ariza: Tuntutan Itu Harus Realistis!

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria buka suara soal tuntutan menggratiskan tarif Transjakarta imbas kenaikan harga BBM, Kamis (15/9/2022).

Kolase Foto Tribun Jakarta
Kolase Foto Transjakarta dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria buka suara soal tuntutan menggratiskan tarif Transjakarta imbas kenaikan harga BBM, Kamis (15/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria buka suara soal tuntutan massa aksi mahasiswa yang meminta Pemprov DKI menggratiskan tarif angkutan umum, khususnya bus Transjakarta.

Wagub Ariza menilai, tuntutan tersebut sulit direalisasikan lantaran beban subsidi yang dinilai terlalu besar.

"Tuntutan harus realistis, kalau Transjakarta digratiskan ya belum memungkinkan. Sekarang saja dengan harga yang sekarang, Pemprov itu mensubsudinya triliunan angkanya, bukan ratusan miliar lagi setiap tahunnya," ucapnya di Balai Kota, Rabu (14/9/2022) malam.

Bahkan, anggaran subsidi untuk Transjakarta ini membengkak hingga puluhan miliar rupiah imbas dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Hal ini dilakukan guna menjaga agar tarif Transjakarta tidak naik dan tetap di angka Rp3.500.

Baca juga: BEM SI Bakal Demo di Istana Besok, Tuntut 3 Hal Terkait Kenaikan Harga BBM

"Karena BBM naik, Pemprov mensubsidi Transjakarta itu Rp62 miliar, supaya harga karcis atau tiket Transjakarta tetap, tidak ada peningkatan sekalipun BBM naik," ujarnya.

Sebelumnya, Massa aksi dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PCPMII) Jakarta Timur menggeruduk kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota.

Pendemo tolak kenaikan harga BBM memaksa bertemu Anies Baswedan. Massa aksi pun berupaya mendobrak pagar Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (14/9/2022).
Pendemo tolak kenaikan harga BBM memaksa bertemu Anies Baswedan. Massa aksi pun berupaya mendobrak pagar Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (14/9/2022). (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, masa aksi ini menutup sepertiga jalur Jalan Medan Merdeka Selatan yang ada di depan Balai Kota Jakarta.

Massa aksi pun turut membakar sebuah ban sambil mengibarkan banner berisi penolakan terhadap keputusan Presiden Joko Widodo menaikan harga BBM bersubsidi.

Mereka pun menuntut agar Pemprov DKI dan DPRD DKI segera membuat pernyataan soal penolakan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

"Jadi yang kami tuntut adalah kami berharap dan mendesak agar Pemprov DKI dan DPRD DKI untuk memberikan statement untuk bersikap dan memberikan catatan kritis terhadap kenaikan BBM bersubsidi," ucap Ketua PCPMII Jaktim Farhan Nugraha, Rabu (14/9/2022).

Baca juga: Maksa Ketemu Anies Baswedan, Pendemo Tolak Kenaikan Harga BBM Rusak Pagar Balai Kota

Tak hanya itu, massa aksi juga menuntut agar Pemprov DKI memberikan subsidi total terhadap transportasi umum untuk meringankan beban masyarakat.

Dengan demikian, warga Jakarta bisa naik angkutan umum, khususnya Transjakarta secara gratis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved