Jokowi Buat Aturan Mobil Listrik Jadi Kendaraan Dinas Pejabat, Wagub Ariza Bereaksi

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo soal penggunaan mobil listrik sebagai kendaraan dinas pejabat.

TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Mobil bertenaga listrik dipamerkan. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo soal penggunaan mobil listrik sebagai kendaraan dinas pejabat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci


TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo soal penggunaan mobil listrik sebagai kendaraan dinas pejabat di tingkat pusat maupun daerah.

Orang nomor dua di DKI ini pun sesumbar bahwa Pemprov DKI lebih maju satu langkah lantaran sudah mengoperasikan puluhan bus Transjakarta listrik.

"Kami sudah mulai dengan menyediakan 30 bus Transjakarta elektrik dan ke depan kami akan dukung pengadaan mobil dinas atau kendaraan roda empat maupun roda dua," ucapnya di Balai Kota, Kamis (15/9/2022).

Bahkan, Ariza menyebut, Pemprov DKI punya target pada 2030 mendatang seluruh armada bus Transjakarta merupakan kendaraan listrik.

"Setiap tahun kami akan tambah penambahan armada bus listrik," ujar politikus senior Gerindra ini.

Baca juga: 11 Hari Pasca-Gelaran Formula E Jakarta, Jakpro Masih Hitung Untung Rugi Ajang Balap Mobil Listrik

Seiring dengan kebijakan elektrifikasi transportasi di ibu kota, Pemprov DKI secara bertahap juga akan mengganti kendaraan dinas dengan kendaraan listrik.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemprov DKI dalam menggunakan kendaraan ramah lingkungan sehingga polusi udara bisa ditekan.

"Secara bertahap ke depan tentu kami akan mulai sesuai dengan kemampuan kami untuk kendaraan dinas motor, maupun mobil dinas bisa menggunakan mobil listrik," kata Ariza.

"Itu upaya kami dalam rangka ramah lingkungan dan mengurangi beban bahan bakar minyak (BBM) yang semakin tinggi (harganya)," sambungnya.

Mobil bertenaga listrik dipamerkan.
Mobil bertenaga listrik dipamerkan. (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI)

Dilansir dari Tribunnews.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 7 tahun 2022 tentang percepatan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai di instansi pemerintah pusat dan daerah.

Inpres ditujukan kepada Para Menteri Kabinet Indonesia Maju; Sekretaris Kabinet; Kepala Staf Kepresidenan; Jaksa Agung Republik Indonesia; Panglima Tentara Nasional Indonesia; Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia; Para Kepala Lembaga Pemerintah Non-Kementerian; Para Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara; Para Gubernur; dan Para Bupati/Wali Kota.

Dalam Inpres tertanggal 13 September 2022 tersebut, Presiden meminta jajarannya melakukan percepatan pelaksanaan program penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (battery electric vehicle) sebagai kendaraan dinas operasional dan/atau kendaraan perorangan dinas instansi pemerintah pusat dan pemerintahan daerah.

Selanjutnya, mobil listrik tersebut akan menggantikan kendaraan dinas operasional dan atau kendaraan perorangan dinas instansi yang selama ini digunakan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved