Jokowi dan Polri Diminta Turun Tangan, Pernyataan Suharso Soal Amplop Kiai Bikin Santri Meradang

Presiden Joko Widodo dan Polri diminta turun tangan dan menanggapi secara serius permasalahan yang melibatkan mantan Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa.

Editor: Wahyu Septiana
Istimewa via Tribunnews
Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa - Presiden Joko Widodo dan Polri diminta turun tangan dan menanggapi secara serius permasalahan yang melibatkan mantan Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo dan Polri diminta turun tangan dan menanggapi secara serius permasalahan yang melibatkan mantan Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa.

Pernyataan Suharso Monoarfa soal 'amplop kiai' berbuntut panjang hingga terus didemo oleh sejumlah kelompok santri.

Mereka menyerukan desakan kepada Polri agar memproses hukum dan menangkap Suharso Monoarfa.

"Pernyataan Suharso saat sambutan di KPK pada 15 Agustus lalu sangat menyakiti hati para santri dan lukai kyai," ujar Koordinator Aksi Adrian dikutip dari Warta Kota.

"Maka, kami menuntut Polri segera memproses dan menangkap Suharso,” tambahnya.

Adrian mengakui selama ini tak pernah ada kiai yang minta untuk diberi amplop saat ada yang menyambangi pesantren.

Baca juga: Suharso Manoarfa Diberhentikan, PPP Berpeluang Tinggalkan KIB Menyeberang ke Koalisi Lain

Bahkan, jika ada yang memberi amplop kepada kiai, hal tersebut dijalankan dengan ikhlas.

“Dengan perkataannya seperti itu, mencerminkan bahwa Suharso sangat jauh dari kyai. Kami mengapresiasi PPP telah memberhentikannya sebagai ketua umum."

Presiden Joko Widodo dan Polri diminta turun tangan dan menanggapi secara serius permasalahan yang melibatkan mantan Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa.
Presiden Joko Widodo dan Polri diminta turun tangan dan menanggapi secara serius permasalahan yang melibatkan mantan Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa. (ISTIMEWA)

"Sebab, Suharso Monoarfa tidak pantas menjadi ketua umum partai yang identik dengan Islam" tegasnya kembali.

Selain menuntut Polri, Adrian menyebut massa aksi juga mendesak Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), mencopot jabatan Suharso Monoarfa dari Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved