Kementerian PPPA Tegaskan Depok Belum Kategori Kota Layak Anak, Begini Penjelasannya

Plt Deputi Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA, Rini Handayani, menjelaskan pihaknya terus melakukan evaluasi pelaksanaan Kabupaten/Kota Layak Anak

Kompas.com
Gerbang selamat datang di Kota Depok di kawasan Cinere - Terkini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) menegaskan Kota Depok belum masuk kategori Kota Layak Anak (KLA). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) angkat bicara atas adanya pertanyaan pegiat media sosial Rudi S Kamri ihwal predikat Kota Layak Anak (KLA) untuk Kota Depok

Dalam kanal Youtube, Rudi mempertanyakan kenapa Kementerian PPPA memberikan predikat Kota Layak ke Kota Depok, sementara itu Setara Institute mengganjar Kota Depok sebagai kota paling intoleran.

Menanggapi hal tersebut, Plt Deputi Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA, Rini Handayani, menjelaskan pihaknya terus melakukan evaluasi pelaksanaan Kabupaten/Kota Layak Anak ini.

Evaluasi ini didasarkan pada penilaian terhadap 24 indikator KLA yang menentukan pencapaian peringkat setiap Kabupaten/Kota.

Rini menjelaskan pemeringkatan KLA diberikan dalam berbagai kategori yang menunjukkan pencapaian setiap kota berdasarkan penilaian terhadap 24 indikator KLA tersebut. 

Ada lima kategori KLA berdasarkan nilai yang diperoleh, yaitu Kategori Pratama nilai 500-600, Kategori Madya nilai 601-700, Kategori Nindya nilai 701-800, Kategori Utama nilai 801-900, dan KLA nilai 901-1000.

Baca juga: 5 Kali Berturut-turut, Depok Sabet Predikat Nindya Ajang Penghargaan Kota Layak Anak

Buat Geram Menteri, Bapak Rudapaksa Anak Kandung Usia 11 Tahun di Depok Dituntut 18 Tahun Penjara

“Dari hasil penilaian terhadap 24 indikator tersebut, Kota Depok meraih kategori Nindya. Artinya, Kota Depok belum dapat dinyatakan sebagai Kota Layak Anak," jelas Rini dalam siaran pers yang diterima, Kamis (15/9/2022).

"Karena dari ke-24 indikator tersebut ada indikator yang belum dapat dipenuhi oleh Kota Depok. Sehingga nilai yang diperoleh baru pada tahap Kategori Nindya," sambungnya lagi.

Adapun 24 Indikator penilaian KLA dikelompokkan menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah Kelembagaan meliputi regulasi seperti Perda KLA, gugus tugas, anggaran, profil anak, rencana aksi KLA, keterlibatan masyarakat, dunia usaha dan media, dalam penyusunan regulasi, rencana aksi mendengarkan suara anak, SDM penyedia layanan anak yang terlatih.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved