Sri Mulyani Mau Beri Rp12 Miliar Bila Bisa Tekan Inflasi, Wali Kota Arief Ungkap Kondisi di Wilayah

Pemerintah Kota Tangerang merespon pernyataan Menteri Keuangan, Sri Mulyani soal penekanan polemik inflasi di Indonesia.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
Istimewa
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah ketika ditemui usai upacara peringatan HUT ke-77 RI di Alun-Alun Ahmad Yani, Rabu (17/8/2022). Pemerintah Kota Tangerang merespon pernyataan Menteri Keuangan, Sri Mulyani soal penekanan polemik inflasi di Indonesia. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang merespon pernyataan Menteri Keuangan, Sri Mulyani soal penekanan polemik inflasi di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Sri Mulyani menjanjikan kepada pemerintah daerah insentif Rp 10 miliar jika mampu mengendalikan angka inflasi.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menganggap, pernyataan Sri Mulyani sebagai motivasi untuk menekan inflasi.

"Jadi motivasi, kan kita memang ada enggak ada hadiah kita sudah berupaya. Karena dampak buruk inflasi yang tinggi kan nantinya daya beli masyarakat pasti turun," ujar Arief dalam sambungan telepon, Kamis (15/9/2022).

Pasalnya, bila tidak ditekan dengan sejumlah subsidi pemerintah daerah, dirinya mengkhawatirkan daya beli masyarakat akan terus menurun.

Baca juga: Festival Kue Bulan di JHL Tangerang, Makan Malam Mewah Seharga Belasan Juta Rupiah

Imbasnta, lapangan pekerjaan akan semakin langka.

Sebab investor akan semakin berpikir dua kali untuk berinvestasi di Kota Tangerang.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat ditemui di Kantor Kecamatan Tangerang, Selasa (10/5/2022).
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat ditemui di Kantor Kecamatan Tangerang, Selasa (10/5/2022). (ISTIMEWA)

Masalah sosial pun, dinilai Arief akan berbuntut panjang apabila inflasi tidak bisa ditekan.

Selama ini, Pemkot Tangerang melakukan berbagai upaya untuk menekan laju inflasi di daerahnya.

Seperti menggelar bazar murah sembako, bahan pangan, tabung gas, dan kebutuhan sehari-hari masyarakat lainnya, secara bergilir di tiap kecamatan.

"Upaya yang kita lakukan dari kemarin bikin bazar tiap-tiap kecamatan, harganya lumayan seperti harga cabai yang di luar itu Rp 80 ribu kita jual Rp 65 ribu, harga minyak itu yang pouch Bulog jual Rp 12.500 biasanya Rp 14 ribu," papar Arief.

"Hingga Job Fair virtual, itu tidak putus sejak pandemi, sebulan sekali," sambungnya lagi.

Menurutnya, penilaian bagi pemerintah daerah yang mampu menekan inflasi, antara daerah satu dengan yang lainnya, seharusnya berbeda.

Sebab, tantangan dan cara yang dilakukan juga pasti beda.

Baca juga: Pabrik di Tangerang Kemalingan Suku Cadang Mesin Rp 46 Juta, Ternyata Pelakunya Oang Dalam

"Berharapnya Menkeu ada komponen-komponen lain jadi enggak bisa disamakan, misal penanganan yang dilakukan Kota Tangerang, dibandingkan dengan Kota Serang, Padang, atau kota lain," ujar Arief.

Namun, insentif yang dijanjikan Sri Mulyani dirasa kurang bagi pemerintah daerah yang masuk peringkat 10 besar.

"Ya kurang lah, karena kita rencana mau menganggarkan 2 persen dari APBD untuk menekan angka inflasi itu, peruntukannya bantuan tunai bagi pelaku transportasi," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved