Tekan Inflasi, Curhat Wali Kota Tangerang Rela Gelontorkan Rp 12 Miliar Buat Subsidi Angkot Gratis

Pemkot Tangerang rela menghabiskan Rp 12,5 miliar untuk menggratiskan Bus Tayo dan Si Benteng sampai akhir tahun. Ini alasannya.

Wartakotalive.com
Bus Trans Kota Tangerang atau Tangerang Ayo alias bus Tayo (kiri) dan angkot Si Benteng di Kota Tangerang. Pemkot Tangerang rela menghabiskan Rp 12,5 miliar untuk menggratiskan Bus Tayo dan Si Benteng sampai akhir tahun. Ini alasannya, Kamis (15/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Untuk menekan inflasi dan daya beli masyarakatnya, Pemerintah Kota Tangerang rela menghabiskan Rp 12,5 miliar untuk menggratiskan transportasi bus dan angkutan dalam kota.

Sebagaimana diketahui, Pemkot Tangerang menggratiskan tarif Bus Rapid Trans (BRT) Tangerang Ayo atau biasa dikenal bus Tayo juga Angkutan Perkotaan (Angkot) Si Bersih Nyaman Kota Tangerang atau Si Benteng.

Kebijakan tersebut dilaksanakan sampai November 2022 untuk menekan laju inflasi yang menyerang Kota Tangerang.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, Rp 12,5 miliar itu dana untuk menggratiskan Bus Tayo dan Si Benteng sampai akhir tahun.

"Kita sekarang subsibdi biaya transportasi Bus Tayo dan Si Benteng bjsa gratis. Itu saja menggratiskan habis Rp 12,5 miliar loh," aku Arief saat dihubungi, Kamis (15/9/2022).

Baca juga: Diminta Gratiskan Transjakarta Imbas Harga BBM Naik, Wagub Ariza: Tuntutan Itu Harus Realistis!

Sebenarnya, kebijakan penggratisan tersebut dimulai saat harga BBM naik beberapa waktu lalu.

Hingga akhirnya, Pemkot Tangerang mengambil langkah menggratiskan bus dalam kota Tayo dan angkutan dalam kota Si Benteng, untuk membantu mobilitas masyarakatnya.

Bus Rapid Trans (BRT) Tangerang Ayo atau biasa dikenal Bus Tayo yang digratiskan sampai 5 November 2022 akibat kenaikan harga BBM, Rabu (7/9/2022).
Bus Rapid Trans (BRT) Tangerang Ayo atau biasa dikenal Bus Tayo yang digratiskan sampai 5 November 2022 akibat kenaikan harga BBM, Rabu (7/9/2022). (Ega Alfreda/TribunJakarta.com)

Lalu, Arief juga mengaku, pihaknya bakal menganggarkan 2 persen dari total APBD, untuk menekan angka inflasi di daerahnya.

"Nilainya Rp 6 miliaran, itu dari dua persen dari APBD. Rencananya untuk bantuan tunai langsung transportasi," ujar Arief.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved