Baru Usia 12 Tahun Bocah Ini Alami Hidup Berat, Tinggal Tak Menetap Sampai Jadi Korban Bejat Kerabat

Seharusnya, anak seusia JA tengah menikmati masa indah bersekolah sambil diantar orangtua. Tapi nasib baik itu tak dirasakan JA.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Yogi Jakarta
Kolase TribunJakarta
Berat hidup yang dialami seorang bocah berusia 12 tahun berinisial JA di Medan, Sumatera Utara. Saat ini pun, JA tengah terpapar HIV/AIDS dan tengah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit. Begini kisahnya. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Berat hidup yang dialami seorang bocah berusia 12 tahun berinisial JA di Medan, Sumatera Utara.

Seharusnya, anak seusia JA tengah menikmati masa indah bersekolah sambil diantar orangtua.

Namun tidak bagi JA, sudah sejak usianya 7 tahun JA jalani hidupnya bak di neraka.

Saat ini pun, JA tengah terpapar HIV/AIDS dan tengah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit.

JA menjalani perawatan di bawah pengawasan Perhimpunan Tionghoa Demokrat Indonesia (PERTIDI) dan Yayasan Peduli Anak Terdampak HIV.

Kasus JA disoroti banyak pihak.

Baca juga: Kepergok Tetangga Tengah Rudapaksa Cucunya di Rumah, Kakek di Jember Malah Santai Lakukan Ini

Bertahun-tahun, bocah malang itu menjadi korban rudapaksa hingga perdangan orang oleh orang terdekatnya.

Tempat tinggal JA bahkan tak menetap semenjak ibu kandungnya wafat dan ayahnya memiliki istri baru.

Beratnya kehidupan JA dimulai pada tahun 2017 ketika ia mendapat kekerasan seksual oleh pacar ibu kandungnya sendiri.

Ilustrasi pelecehan seksual
Ilustrasi pelecehan seksual. Berat hidup yang dialami seorang bocah berusia 12 tahun berinisial JA di Medan, Sumatera Utara. (Kompas.com)

Mulanya, JA hidup berdua dengan sang ibu setelah orangtuanya bercerai.

Tak lama kemudian, datanglah sesosok pria ke kehidupan keduanya yang tak lain pacar ibu kandung JA.

JA mengalami kekerasa seksual oleh pacar ibunya, seperti yang disampaikan Ketua Umum PERTIDI David Ang, Selasa (13/9/2022).

Kekerasan seksual itu dialami JA ketika sang ibu tengah mengais rezeki pada malam hari.

Kehidupan JA makin berubah ketika ibunya meninggal dunia. Kala itu, usia JA masih 7 tahun.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved