Keluarganya Ngaku Dapat Acaman Pembunuhan, Effendi Simbolon Akan Tempuh Jalur Hukum?

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Effendi Simbolon menyesali reaksi hebat yang dilakukan TNI terhadap pernyataannya.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Anggota Dewan DPR RI, Effendi Simbolon memberikan penjelasan ketika melakukan kunjungan di Medan, Sumatera Utara, Rabu (30/8/2017). Effendi Simbolon mengaku berkeliling untuk melihat tingginya ekstabilitas di Sumatera Utara. TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR 

TRIBUNJAKARTA.COM  - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Effendi Simbolon menyesali reaksi hebat yang dilakukan TNI terhadap pernyataannya.

Seperti diketahui, saat rapat dengar pendapat Komisi I dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa pada 5 September 2022, Effendi menyatakan TNI seperti gerombolan atau ormas.

Ternyata pernyataan pedas itu menuai protes keras dari anggota TNI.

Alhasil, Effendi dan keluarga mendapat intimidasi berupa teror dan ancaman pembunuhan.

Menurut Effendi, ponselnya tak berhenti berdering seharian hingga alamat rumahnya disebar.

Baca juga: Sosoknya Disebut KSAD Saat Maafkan Effendi Simbolon, Ini Mertua Jenderal Dudung: Pernah Gabung PDIP

”Mungkin teman-teman lihat sendiri viral-viral, alamat rumah saya dikasih. Kemudian handphone saya 24 jam enggak berhenti-henti berdering," kata Effendi di Gedung DPR, Senayan, Kamis (15/9).

Effendi menyebut ancaman yang ia terima bukan hanya data pribadinya yang disebar, namun ia dan keluarganya juga mendapatkan ancaman pembunuhan.

"Iya, iya (dapat ancaman). Ancaman nyawa. Semua (keluarga juga kena ancaman). Ada di handphone
saya," ucapnya.

Anggota Komisi I saat ini masih melakukan pendataan terkait ancaman yang ia dapat.

 Namun, ia belum berencana menempuh jalur hukum.

Baca juga: Kemarin Marah Mendidih, Kini KSAD Sebut Effendi Simbolon Teman Dekat, Sampai Bawa Nama Mertua

"Ada semua saya profiling semua. Nanti pada waktunya saya buka. Enggak, enggak (jalur hukum) jauh di
atas hukum," ucapnya.

Effendi mengaku heran mengapa dia mendapatkan intimidasi dan ancaman yang begitu banyak atas pernyataannya itu.

"Saya kira enggak zamannya lagi hanya seorang Effendi Simbolon kemudian dikepung dengan begitu hebatnya," kata Effendi.

Saat ditanya apakah nama Jenderal Dudung yang kemudian memerintahkan soal intimidasi itu, Effendi enggan menjawab tegas.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved