Koalisi Ibu Kota Tantang Anies Baswedan Terapkan Zona Emisi Rendah di Sudirman-Thamrin

Koalisi Ibu Kota menantang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadikan kawasan Sudirman - Thamrin sebagai zona emisi rendah.

Dionisius Arya Bima suci / TribunJakarta.com
Kepadatan lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman yang mengarah ke Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/5/2022). Koalisi Ibu Kota menantang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadikan kawasan Sudirman - Thamrin sebagai zona emisi rendah. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Koalisi Ibu Kota menantang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadikan kawasan Sudirman - Thamrin sebagai zona emisi rendah atau low emission zone (LEZ).

Hal ini disampaikan Pengkampanye Iklim dan Energi Green Peace Indonesia mewakili Koalisi Ibu Kota, Bondan Andriyanu.

"Kalau mau kita tantang melakukan hal yang signifikan mungkin bisa diuji coba Sudirman-Thamrin untuk melihat LEZ yang sebenarnya, seutuhnya," ujarnya di saat melakukan aksi demonstrasi di Balai Kota DKI, Jumat (16/9/2022).

Bukan tanpa alasan, tantangan ini diberikan lantaran Koalisi Ibu Kota menilai Anies belum maksimal untuk menghadirkan udara bersih untuk warga Jakarta.

Ia pun menyinggung kawasan yang lebih dulu diberlakukan LEZ, seperti Kota Tua dan Tebet Eco Park.

Baca juga: Gelar Demo di Kantor Anies, Koalisi Ibu Kota Nilai Sang Gubernur Tak Maksimal Hadirkan Udara Bersih

"Kota Tua tuh sangat kecil dan bukan tempat administrasi, bukan pusat perkantoran. Kalau emang mau niat dan akan terlihat signifikan mungkin challenge nya adalah bisa kita coba di Sudirman-Thamrin yang di situ udah ada MRT, Transjakarta, udah ada sepeda sewa," lanjutnya.

Lakukan Aksi Demonstrasi

Sejumlah warga yang tergabung dalam Koalisi Ibu Kota lakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Jumat (16/9/2022).

Aksi ini dilakukan untuk merayakan satu tahun kemenangan gugatan warga negara untuk hak udara bersih di depan Balai Kota DKI Jakarta.

Pasalnya, tepat setahun lalu, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menggelar sidang agenda pembacaan putusan gugatan polusi udara yang diajukan 32 orang penggugat yang menamakan diri Gerakan Inisiatif Bersihkan Udara Koalisi Semesta (Ibu Kota).

Koalisi Ibu Kota lakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Jumat (16/9/2022).
Koalisi Ibu Kota lakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Jumat (16/9/2022). (TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Dalam gugatannya, Majelis Hakim PN Jakarta Pusat memutus mengabulkan sebagian gugatan penggugat atas perkara nomor 374/Pdt.G/LH/2019/PN.Jkt.Pst.

Pengkampanye Iklim dan Energi Green Peace Indonesia mewakili Koalisi Ibu Kota, Bondan Andriyanu mengatakan, polusi udara masih menjadi masalah serius bagi warga DKI Jakarta padahal keputusan ini sudah dimenangkan sejak tahun lalu.

Bahkan, kata dia, sejauh ini belum ada perubahan kebijakan yang mendorong terciptanya udara bersih. Sebaliknya, kualitas udara di ibukota malah makin buruk.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved