Kenaikan Harga BBM

Tak Capai Kesepakatan, Massa Sopir Taksi Online Pilih Walk Out saat Pertemuan dengan Pihak Gojek

Perwakilan sopir taksi online, Abe Hadi, mengatakan pihak Gojek hanya menjelaskan terkait sistem dan teori dalam pertemuan tersebut.

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Perwakilan sopir taksi online , Abe Hadi, memberikan keterangan kepada wartawan usai pertemuan dengan manajemen PT Gojek Indonesia di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (16/9/2022). Perwakilan sopir taksi online memilih walkout dari pertemun tersebut karena pihak perusahaan Gojek enggan memenuhi tuntutan mereka.  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Pertemuan pewakilan sopir taksi online selaku mitra dan manajemen PT Gojek Indonesia selaku aplikator atas sejumlah tuntutan pasca-kenaikan harga BBM, di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (16/9/2022), tak mencapai kesepakatan.

Para sopir taksi online merasa pihak Gojek tidak memenuhi lima tuntutan mereka.

Perwakilan sopir taksi online, Abe Hadi, mengatakan pihak Gojek hanya menjelaskan terkait sistem dan teori dalam pertemuan tersebut. 

"Manajemen Gojek yang hadir pada saat ini, itu hanya menjelaskan perihal sistem, menjelaskan perihal teori-teori yang mereka bentuk sendiri. Hari ini tidak ada satu pun kesepakatan," kata Abe Hadi kepada wartawan di lokasi.

Menurut Abe, apa yang dipaparkan manajemen Gojek sudah berulang kali disampaikan Gojek dalam berbagai kesempatan mediasi.

"Pada hari ini tadi mereka mengulang, mengulang istilahnya kewenangan mereka saja sendiri," ujar dia.

"Sedangkan driver online sebagaimana mitra tidak wajib untuk memberikan keputusan bersama, karena itu kami melakukan deadlock. Kami walk out," tegasnya.

Baca juga: Massa Sopir Taksi Online dan Gojek Gelar Pertemuan di Lapangan Blok S, 230 Personel Polisi Bersiaga

Adapun dalam tuntutannya para sopir taksi online meminta Gojek melakukan penyesuaian tarif setelah kenaikan harga BBM bersubsidi.

Selain itu, mereka menuntut Gojek memangkas potongan komisi dari semula 20 persen menjadi 10 persen.

Tuntutan ketiga yaitu memisahkan Blue Bird dari aplikasi Gojek. Keempat, sopir taksi online meminta manajemen Gojek merevisi perjanjian kemitraan.

Terakhir, mereka meminta Gojek menyetop penerimaan mitra baru.

Baca juga: Kecewa Dengan Pemerintah, Pendemo Kenaikan Harga BBM Ancam Bakal Golput di Pemilu 2024

Pertemuan antara sopir taksi online dan manajemen Gojek di Lapangan Blok S, Jakarta Selatan berlangsung selama satu jam. Puluhan anggota polisi turut mengawal pertemuan tersebut.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved