Sosialisasi Cegah Bullying di Sekolah, Pemkot Jaksel Sebut Siswa Bisa Lakukan Deteksi Dini

Pemerintah Kota  Jakarta Selatan mengingatkan siswa korban bullying bisa melakukan perlawanan. Pelaku bisa kena sanksi pidana.

ISTIMEWA/worldofbuzz.com
Ilustrasi bullying. Pemerintah Kota  Jakarta Selatan mengingatkan siswa korban bullying bisa melakukan perlawanan. Pelaku bisa kena sanksi pidana. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Pemerintah Kota  Jakarta Selatan menyosialisasikan pencegahan aksi perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.

Pelaksana tugas (Plt) Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Ali Murtadho mengatakan, deteksi dini diperlukan untuk mencegah bullying.

Ia menjelaskan, kasus bullying biasanya terjadi karena adanya ketidaksamaan antara pelaku dan korban.

"Ini kan biasanya perorangan atau kelompok. Umumnya bullying terjadi karena ketidaksamaan," kata Ali Murtadho saat dihubungi wartawan, Sabtu (17/9/2022).

"Katakan lah ada bagian yang kurang. Contoh, fisik. Orang yang, contohnya pendek ya, dipanggil pendek lu, pendek lu, misalnya," tambah dia.

Baca juga: Menitikkan Air Mata, Orangtua Anak Korban Bullying Memaafkan Meski Putrinya Alami Trauma Rasa Malu

Ali Murtadho menuturkan, siswa yang berpotensi menjadi korban bullying dapat melakukan perlawanan.

Siswa tersebut, jelas Ali, bisa mengatakan kepada pelaku bahwa ada ancaman pidana jika melakukan bullying.

"Artinya si siswa bisa, oh ini perundungan nih. Bisa katakan kepada pelaku, 'jangan lakukan ini, kamu bisa kena pasal nanti'. Itu contoh deteksi dini," tutur dia.

Selain itu, ia juga meminta semua pihak termasuk guru dan orangtua turut melakukan pengawasan.

"Yang paling penting adalah seluruh stakeholder berempati kepada manajemen pendidikan bisa memberikan teladan kepada siswa, termasuk orangtua ya karena madrasah atau sekolah terdepan adalah orangtua," ujar Ali.

Sebelumnya, kasus bullying yang berujung pidana terjadi di SMAN 70 Jakarta Selatan ketika seorang siswa dikeroyok oleh 6 kakak kelasnya.

Berdasarkan laporan orangtua korban, Polres Metro Jakarta Selatan menangkap dan menetapkan 6 pelaku pengeroyokan itu sebagai tersangka.

Satu tersangka berinisial D alias Mantis (18) sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sebelum akhirnya berhasil ditangkap.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved