Cerita Kriminal

Cinta Ditolak Jadi Motif 4 Anak di Bawah Umur Rudapaksa Gadis 13 Tahun di Cilincing

Polisi mengungkap motif di balik kasus empat anak di bawah umur yang merudapaksa gadis 13 tahun di Cilincing, Jakarta Utara.

KOMPAS/LAKSONO HARI W
Ilustrasi korban pencabulan. Polisi mengungkap motif di balik kasus empat anak di bawah umur yang merudapaksa gadis 13 tahun di Cilincing, Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Polisi mengungkap motif di balik kasus empat anak di bawah umur yang merudapaksa gadis 13 tahun di Cilincing, Jakarta Utara.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Wibowo mengatakan, keempat bocah yang kini berstatus anak berhadapan hukum (ABH) tersebut tega melakukan tindakan bejat terhadap korban lantaran ungkapan cintanya ditolak.

"Memang begitu, korban ini sedang pulang sekolah ketemu empat orang ini karena salah satu ABH pernah ditolak cintanya oleh si korban. Kemudian dijawab korban tidak mau," kata Wibowo, Minggu (18/9/2022).

Kekerasan seksual yang dilakukan para tersangka terjadi pada 1 September 2022 silam.

Kemudian, pada 6 September 2022, polisi dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara langsung menangkap keempat ABH tersebut.

Baca juga: Sejoli Terciduk Polisi saat Asyik Pangku-pangkuan di Tempat Gelap Pinggir Laut Cilincing

Setelah ditangkap, keempat ABH tidak ditahan maupun dipulangkan, akan tetapi dititipkan ke Shelter Anak Berhadapan Hukum di Cipayung, Jakarta Timur.

Wibowo menjelaskan, polisi tidak bisa menahan Anak Berhadapan Hukum jika belum genap berusia 14 tahun sesuai yang diatur dalam pasal 32 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Diketahui keempat bocah yang melakukan rudapaksa terhadap korban rentang usianya masih sekitar 12 tahun dan mendekati 14 tahun.

"Jadi yang perlu saya tegaskan di sini, bahwa kami tetap memproses lanjut kasus ini. Namun terkait penahanan terhadap anak ini diatur dalam pasal 32 UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak adalah minimal 14 tahun," ucap Kapolres.

Kekinian, polisi sudah menggandeng Badan Pemasyarakatan, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, hingga Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak untuk memproses kasus ini.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Wibowo bicara kasus pemerkosaan gadis 13 tahun di Cilincing.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Wibowo menjelaskan soal kasus pemerkosaan gadis 13 tahun di Cilincing.

Namun, prosesnya terkendala lantaran ketidakhadiran keluarga korban.

"Dan Rabu (14/9/2022) kemarin sedang kami agendakan untuk menindaklanjuti laporan pencabulan dan persetubuhan tadi untuk satu anak yang di bawah 12 tahun," kata Wibowo.

"Termasuk kami juga mengundang pengacara tersangka, termasuk juga dengan korban yang kami undang. Tapi kegiatan ini urung atau tidak jadi kami melaksanakan karena tidak dihadiri oleh pihak keluarga korban," kata Wibowo.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved