Sisi Lain Ketua KPU DKI Jakarta: Pak Dosen Pengoleksi Sepeda Antik yang Hobi Bercocok Tanam

Di tengah kesibukannya mengurus Pemilu 2024, Ketua KPU DKI Jakarta Sunardi menyempatkan diri berbincang santai dengan TribunJakarta.com.

Tribun Jakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Ketua KPU DKI Jakarta Sunardi saat ditemui di kantornya di kawasan Salemba, Senen, Jakarta Pusat.  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Geliat Pemilu 2024 yang akan dilaksanakan dua tahun mendatang mulai terasa.

Seluruh partai politik (parpol) yang akan bertarung dalam pesta demokrasi terbesar di Indonesia itu pun berbondong-bondong mendaftar.

Meski pemilu baru akan dilakukan dua tahun mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah mulai bekerja.

Kini, KPU tengah sibuk melakukan verifikasi terhadap parpol yang sudah sudah dinyatakan lengkap berkas administrasinya.

Tak hanya di tingkat pusat, geliat pesta demokrasi juga sudah mulai dirasakan KPU di tingkat daerah, tak terkecuali KPU DKI Jakarta.

Baca juga: Cerita Ketua KPU DKI Jakarta: Pak Dosen yang Kini Telinganya Sudah Akrab Dengar Omelan Warga

Di tengah kesibukannya mengurus Pemilu 2024, Ketua KPU DKI Jakarta Sunardi menyempatkan diri berbincang santai dengan TribunJakarta.com.

Pria yang kerap dipanggil Pak Dosen karena latar belakangnya sebagai tenaga pengajar di salah satu kampus itu bercerita soal kegiatan santainya di tengah kesibukannya menyiapkan Pemilu 2024.

Ia menyebut, waktu senggangnya acap kali digunakan untuk menjalankan hobinya bersepeda dan bercocok tanam.

Ketua KPUD DKI Jakarta Sunardi saat ditemui di kantornya di kawasan Salemba, Senen, Jakarta Pusat. 
Ketua KPU DKI Jakarta Sunardi saat ditemui di kantornya di kawasan Salemba, Senen, Jakarta Pusat.  (Tribun Jakarta/Dionisius Arya Bima Suci)

"Saya berkebun itu senang, bukan tanah saya sih, tapi ada tanah nganggur dekat rumah saya tanamin macem-macem. Ada labu, singkong, kangkung, pisang," ucapnya.

Tak hanya memanfaatkan tanah kosong untuk bercocok tanam, Sunardi ternyata juga menyulap empang di dekat rumahnya jadi kolam ikan.

Empang yang tadinya tak terurus pun disulap jadi pemancangan ikan, seperti nila dan sebagainya.

"Dengan kepenatan pekerjaan sata, terus ke empang kasih makan ikan, lalu kek kebun itu berasa kembali ke alam. Banyak pohon, tanaman, ikan," ujarnya.

Tanaman sayuran yang diurus eks dosen Universitas Satyagama ini pun sudah beberapa kali panen.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved