Kesedihan Undang Warga Garut, Rumah Warisan Dirobohkan Rentenir Gegara Utang Rp 1,3 Juta

Berawal dari utang Rp 1,3 juta, seorang warga Garut, Jawa Barat harus kehilangan rumahnya.

Editor: Elga H Putra
Kolase Tribun Jakarta/Tribun Jabar
Berawal dari utang Rp 1,3 juta, seorang warga Garut, Jawa Barat harus kehilangan rumahnya. 

TRIBUNJAKARTA.COM, GARUT - Berawal dari utang Rp 1,3 juta, seorang warga Garut, Jawa Barat harus kehilangan rumahnya.

Rumah warisan milik warga bernama Undang (47) di Kampung Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat dirobohkan oleh orang yang disebutnya sebagai rentenir.

Peristiwa itu terjadi pada 10 September 2022.

Melansir Tribun Jabar, kasus ini bermula saat istri Undang meminjam uang kepada seorang rentenir yang berinisial A sebesar Rp 1,3 juta pada tahun 2020 lalu.

Pinjaman tersebut disertai bunga bulanan sebesar Rp 350 ribu.

Baca juga: Suami Sakit, Kisah Haru Mpok Awi Tak Putus Asa Jual Gorengan Meski Sempat Terpuruk Pinjam Rentenir

Kuasa hukum Undang, Syam Youse menuturkan karena keterbatasan ekonomi, kliennya itu hanya mampu membayar bunga dari pinjaman tersebut.

Hingga akhirnya korban sudah tidak mampu membayar bunga pinjaman tersebut.

Dia kemudian memilih berangkat ke Ujungberung, Kota Bandung untuk mencari pekerjaan.

Rumah warisan milik warga bernama Undang (47)  di Kampung Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat dirobohkan oleh orang yang disebutnya sebagai rentenir.
Rumah warisan milik warga bernama Undang (47) di Kampung Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat dirobohkan oleh orang yang disebutnya sebagai rentenir. (Tribun Jabar)

Undang diketahui membawa istrinya dan seorang anaknya ke Ujungberung untuk bekerja.

"Waktu berlalu hingga September 2022, utang klien kami membengkak dari Rp 1,3 juta menjadi Rp 15 juta kepada seorang rentenir itu," ucap Yousef, Minggu (18/9/2022).

Saat Undang kembali ke kampung halamannya pada 15 September 2022, ia dikagetkan dengan kondisi rumahnya yang sudah rata dengan tanah.

Barang-barang seperti perabotan rumah pun ikut lenyap, hingga kini tidak diketahui keberadaanya.

"Ternyata rumah tersebut sudah dijual kepada A, oleh saudara korban pada tanggal 7 September 2022," ucapnya.

Baca juga: Teganya Rentenir Tahan Jenazah Sepupu Dimandikan Karena Utang, Akhirnya Dilunasi dengan Patungan

Penjualan tersebut menurutnya dimaksudkan untuk membayar hutang milik Undang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved