Pilpres 2024

Wacana Presiden Jokowi Jadi Wapres, Partai Garuda: Biar Urusan MK

Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi berbicara mengenai wacana Presiden Jokowi menjadi calon Wakil Presiden. Ini penjelasan Teddy.

Kolase Foto Tribun Jakarta
Kolase Foto Waketum Partai Garuda Teddy Gusnaidi dan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi berbicara mengenai wacana Presiden Jokowi menjadi calon Wakil Presiden. Ini penjelasan Teddy, Senin (19/9/2022). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi angkat bicara mengenai wacana Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjadi calon Wakil Presiden.

Diketahui, isu presiden yang sudah menjabat dua periode bisa mencalonkan diri sebagai calon Wakil Presiden dilontarkan oleh Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama Dalam Negeri, yang juga menjalankan fungsi juru bicara Mahkamah Konstitusi (MK), Fajar Laksono.

Dikutip dari Tribunnews.com, MK lalu mengklarifikasi, pernyataan tersebut bukan mengatasnamakan MK, namun pernyataan pribadi.

"Juru bicara MK menyatakan bahwa Presiden yang sudah pernah terpilih dua kali bisa maju menjadi calon wakil presiden dan tidak melanggar konstitusi," kata Teddy dalam keterangan tertulis, Senin (19/9/2022).

Pernyataan tersebut, kata Teddy, ditentang berbagai pihak dengan berbagai alasan yang berintikan ucapan juru bicara MK itu keliru.

"Padahal jelas mereka yang keliru, kenapa? Karena penafsir tunggal konstitusi adalah Mahkamah Konstitusi, bukan Partai Politik, ormas, pengamat politik, tokoh politik atau masyarakat lainnya," kata Teddy.

Baca juga: Dukung Program Presiden Jokowi, Pemprov DKI Siapkan 100 Mobil Listrik untuk Kendaraan Dinas

"Jadi bagaimana bisa ada yang menyatakan keliru, padahal mereka tidak punya kewenangan untuk menafsirkan," tuturnya.

Teddy mengatakan bila ada partai politik atau gabungan Partai Politik Peserta Pemilu ingin mengusulkan Jokowi sebagai calon Wakil presiden, maka secara konstitusi dibolehkan.

"Yang tidak dibolehkan adalah jika Jokowi diusulkan untuk menjadi calon presiden, karena beliau telah 2 periode menjadi Presiden," katanya.

Teddy pun mempertanyakan sejumlah pihak yang khawatir bila Jokowi maju kembali pada Pilpres 2024.

Padahal, secara konstitusi dibolehkan.

"Apa yang kalian takutkan jika Jokowi kembali dicalonkan walaupun sebagai calon wakil presiden?" tanyanya.

Baca juga: Permintaan Maaf Suharso Monoarfa Soal Amplop Kiai Tak Cukup, Komunal Desak Jokowi Cepat Bertindak

"Kenapa hak prerogatif Partai Politik Peserta Pemilu yang lain dipermasalahkan sedangkan hal itu tidak melanggar konstitusi?" tambahnya.

Teddy pun meminta partai politik peserta pemilu mengusulkan calon potensial yang lain.

Bila tidak pumya, Teddy menyarankan partai politik tersebut bergabung dengan parpol yang memiliki calon potensial.

"Untuk urusan konstitusi, biarkan MK yang menilai apakah boleh secara konstitusi atau tidak. Bukan kalian," katanya.

 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved