Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Putri Candrawathi Tersangka tapi Tak Dibui Mengundang Tanya, Kapolri Jawab Rasa Penasaran Publik

Akhirnya Kapolri menjelaskan alasan kenapa Putri Candrawathi tidak ditahannya meski statusnya adalah tersangka dalam kasus Brigadir J.

Editor: Siti Nawiroh
Kolase Tribun Jakarta
Akhirnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan alasan kenapa Putri Candrawathi tidak ditahannya meski statusnya adalah tersangka dalam kasus tersebut. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Meski menjadi tersangka pembunuhan Brigadir J, istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi tak ditahan hanya diminta wajib lapor.

Kemudian, keputusan itu mengundang tanya dan memicu reaksi beragam publik.

Akhirnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan alasan kenapa Putri Candrawathi tidak ditahannya meski statusnya adalah tersangka dalam kasus tersebut.

Putri Candrawathi, kata Kapolri Sigit, dinilai kooperatif dalam pengungkapan kasus.


Ia juga telah mendapatkan rekomendasi dari Komnas Perempuan untuk mendapatkan perhatian khusus.

Baca juga: Kata Pengacara Brigadir J Soal Ferdy Sambo Dipecat: Itu Bagus, Polisi Itu Pelindung, Bukan Pembunuh

Oleh karena pertimbangan itu, penyidik pun tidak melakukan penahanan kepada Putri Candrawathi.

"Ini juga menjadi salah satu pertimbangan dari penyidik ya, memang ada pertimbangan-pertimbangan subyektif yang itu menjadi kewenangan penyidik sepanjang tersangka tersebut kooperatif dan kemudian saya melihat memang ada rekomendasi dari Komnas Perempuan terhadap kondisi psikologi kesehatan si putri yang dalam tanda kutip perlu ada perhatian khusus dari rekomendasinya."

"Dan kemudian yang bersangkutan memiliki anak umur satu setengah tahun."

Terungkap Brigadir J rupanya sempat enggan untuk menghampiri Putri Candrawathi di kamarnya saat berada di Magelang. Namun, Brigadir J akhirnya mau setelah dirayu sosok ini untuk bertemu Putri Candrawathi. Siapa sosok tersebut?
Meski menjadi tersangka pembunuhan Brigadir J, istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi tak ditahan hanya diminta wajib lapor.

"Kemudian juga terkait dengan apakah dia menghalang-halangi penyidikan ataukah kemudian ingin mengulangi lagi, tentu itu menjadi pertimbangan-pertimbangan oleh penyidik," jelas Kapolri Sigit dikutip dari Metro Tv, Senin (19/9/2022).

Kendati tidak dilakukan penahanan kepada Putri Candrawathi, namun pihaknya tetap harus wajib lapor sekali dalam dua minggu. 

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved