Spanduk Penolakan Kenaikan BBM Kader PKS Disebut PDIP Hanya Oportunisme Politik, Ini Alasannya

Ketua DPC PDIP Kota Depok, Hendrik Tangke Allo, mengatakan, bahwa fenomen munculnya spanduk penolakan ini merupakan oportunisme politik.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Septiana
Kolase Tribun Jakarta
Wali Kota Depok, Mohammad Idris dan Ketua DPC PDIP Kota Depok, Hendrik Tangke Allo 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Polemik penolakan kenaikan BBM hingga aksi walk out Fraksi PKS pada Rapat Paripurna beberapa waktu lalu masih berlanjut hingga saat ini.

Terkini, muncul sejumlah spanduk kader PKS yang menolak kenaikan BBM ini di beberapa titik ruas jalan di Kota Depok.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC PDIP Kota Depok, Hendrik Tangke Allo, mengatakan, bahwa fenomena munculnya spanduk penolakan ini merupakan oportunisme politik.

Untuk informasi, melansir dari Wikipedia, oportunisme adalah suatu aliran pemikiran yang menghendaki pemakaian kesempatan menguntungkan dengan sebaik-baiknya, demi diri sendiri, kelompok, atau suatu tujuan tertentu.

"Kalau saya bisa memastikan oportunisme politik jelang 2024," kata Hendrik di Kantor DPRD Kota Depok, Cilodong, Selasa (20/9/2022).

Ketua DPC PDIP Kota Depok, Hendrik Tangke Allo, saat konferensi pers di Gedung DPRD Depok, Selasa (20/9/2022).
Ketua DPC PDIP Kota Depok, Hendrik Tangke Allo, saat konferensi pers di Gedung DPRD Depok, Selasa (20/9/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)

Hendrik mengatakan pihaknya memiliki alasan sendiri menyebut penolakan kenaikan BBM ini ada oportunisme politik.

"Ingat gak ketika Pemili 2019. PKS menjanjikan SIM gratis kepada warga Kota Depok, dan PKS menang," bebernya

Baca juga: Hampir 20 Tahun Kepemimpinan PKS di Depok, PDIP Ungkap Pembangunan yang Amburadul: Tak Ada Solusi

"Tapi sim gratis gak di Polres? bayar kan. Bayar artinya proparganda SIM gratis saat itu hanya bagian daripada oportunisme politik, sama dengan sekarang," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved