Warga Cipinang Melayu Kena Imbas, 12 Rumah Bakal Digusur untuk Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Sebanyak 12 rumah dan dua saluran warga RW 02, Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur bakal digusur untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
KCIC
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menuntaskan salah satu pekerjaan struktur layang atau elevated Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB). Sebanyak 12 rumah dan dua saluran warga RW 02, Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur bakal digusur untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Sebanyak 12 rumah dan dua saluran warga RW 02, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur bakal digusur untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Camat Makasar Kamal Alatas proses penggusuran warganya kini dalam tahap sosialisasi dilakukan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dan pengukuran dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Pesan saya kepada KCIC dan BPN agar benar-benar dipastikan, agar tidak berhimpitan dengan eks pembebasan Tol Becakayu untuk mencegah dua kali bayar," kata Kamal, Selasa (20/9/2022).

Serta agar proses pembebasan bidang tanah warga dilakukan sesuai ketentuan ketentuan UU 2 tahun 2012 tentang penyelengaraan pembebasan tanah bagi kepentingan umum.

Pihak Kecamatan Makasar berharap proses pembebasan bidang tanah warga ini tidak mendapatkan penolakan, karena kereta cepat Jakarta-Bandung termasuk proyek strategis nasional.

Baca juga: Proses Penurunan Rangkaian Pertama Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Pelabuhan Tanjung Priok

"Tahap awal pihak Kecamatan dan Kelurahan membantu proses sosialisasi warga yang terdampak. Tahap berikutnya kami menjadi anggota team pembebasan, pengadaan tanah," ujar Kamal.

Lurah Cipinang Melayu Arroyantoro menuturkan berdasar informasi sementara yang dihimpun pembebasan lahan dilakukan untuk penambahan pelebaran akses jalan masuk ke stasiun Kereta Cepat.

Rencananya setelah proses sosialisasi kepada warga yang terdampak rampung akan dilakukan pendataan dan tinjauan lapangan, serta proses kaji analisis dampak lingkungan (Amdal).

Model berfoto dengan miniatur kereta cepat milik China pada pameran Kereta Cepat dari Tiongkok (China) di Senayan City (Sency), Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2015). Pemerintah Indonesia merencanakan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dan Pemerintah Tiongkok merupakan salah satu pihak yang menawarkan kerjasama dalam pembangunan kereta cepat tersebut. (Tribunnews/Jeprima)
Model berfoto dengan miniatur kereta cepat milik China pada pameran Kereta Cepat dari Tiongkok (China) di Senayan City (Sency), Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2015). Pemerintah Indonesia merencanakan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dan Pemerintah Tiongkok merupakan salah satu pihak yang menawarkan kerjasama dalam pembangunan kereta cepat tersebut. (Tribunnews/Jeprima) (Tribunnews/Jeprima)

"Saat ini baru tahap sosialisasi terhadap warga yang terkena trase. Dan tahap selanjutnya pendataan dan tinjauan lapangan, serta juga akan dikaji amdalnya," tutur Arroyantoro.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved