Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Ibarat Lagu Viral Farel Prayoga, Kapolri Minta Putri Candrawathi 'Ojo Dibandingke' dengan Ibu Biasa

Meminjam istilah 'Ojo Dibandingke' yang kini viral usai dinyanyikan penyanyi cilik Farel Prayoga, kata itu tepat menggambarkan permintaan Kapolri.

Editor: Elga H Putra
Kolase Tribun Jakarta
Meminjam istilah 'Ojo Dibandingke' yang kini viral usai dinyanyikan penyanyi cilik Farel Prayoga, kata itu tepat menggambarkan permintaan Kapolri soal penanganan kasus Putri Candrawathi. 

TRIBUNNJAKARTA.COM - Meminjam istilah 'Ojo Dibandingke' yang kini viral usai dinyanyikan penyanyi cilik Farel Prayoga, kata itu tepat menggambarkan permintaan Kapolri soal penanganan kasus Putri Candrawathi.

Diketahui, Putri Candrawathi menjadi satu-satunya tersangka pembunuhan Brigadir J yang tak ditahan polisi.

Polri sudah menjelaskan alasan pihaknya tak menahan istri Ferdy Sambo itu.

Termasuk disampaikan kembali oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ihwal tak ditahannya Putri Candrawathi.

Salah satu alasannya yakni karena alasan subjektif penyidik yang menangani istri Ferdy Sambo.

Baca juga: Putri Candrawathi Tak Juga Ditahan, Kapolri Akui Anggotanya Memang Tak Objektif ke Istri Ferdy Sambo

Putri Candrawathi, kata Kapolri Sigit, dinilai kooperatif dalam pengungkapan kasus.

Ia juga telah mendapatkan rekomendasi dari Komnas Perempuan untuk mendapatkan perhatian khusus.

Oleh karena pertimbangan itu, penyidik pun tidak melakukan penahanan kepada Putri Candrawathi.

Soal Putri Candrawathi yang tak kunjung ditahan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengakui kalau anggotanya memang tak objektif terhadap istri Ferdy Sambo.
Meminjam istilah 'Ojo Dibandingke' yang kini viral usai dinyanyikan penyanyi cilik Farel Prayoga, kata itu tepat menggambarkan permintaan Kapolri soal penanganan kasus Putri Candrawathi. (Kolase Tribun Jakarta)

"Ini juga menjadi salah satu pertimbangan dari penyidik ya, memang ada pertimbangan-pertimbangan subjektif yang itu menjadi kewenangan penyidik sepanjang tersangka tersebut kooperatif dan kemudian saya melihat memang ada rekomendasi dari Komnas Perempuan terhadap kondisi psikologi kesehatan si putri yang dalam tanda kutip perlu ada perhatian khusus dari rekomendasinya," ujar Kapolri Sigit dikutip dari Metro Tv, Senin (19/9/2022).

Selain itu, alasan lainnya karena Putri Candrawathi masih memiliki anak yang masih balita.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved