Jakarta Dinilai Bakal Jadi Pusat Ekonomi Berskala Global, Anies: Jangan Fokus Pada Labelnya

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat mengungkapkan Jakarta bakal menjadi pusat ekonomi berskala global. Namun, ia minta jangan fokus pada label.

Facebook Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies Baswedan sempat mengungkapkan Jakarta bakal menjadi pusat ekonomi berskala global. Namun, ia minta jangan fokus pada label, Rabu (21/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat mengungkapkan Jakarta bakal menjadi pusat ekonomi berskala global pasca-pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur.

Kendati demikian, hari ini, Rabu (21/9/2022), ia mengatakan hal ini hanya soal label saja. Sebab, yang menentukan adalah rakyat.

"Jadi ketika kita membangun ini, kemudian masyarakat merespons dengan pindah masuk ke Jakarta, otomatis jadi pusat perekonomian. Jadi maksud saya jangan kita terpaku dengan pelabelan karena yang menentukan sebuah tempat itu adalah aktivitas yang ada di dalamnya," katanya di Balai Kota DKI.

Orang nomor satu di DKI itu pun memberikan perumpaan dengan adanya kegiatan belajar mengajar antara murid dan guru.

Namun, KBM tersebut berlangsung di bawah pohon dan tetap bisa dikatakan sekolah.

Baca juga: Cerita Anies Baswedan Hadapi 3 Masalah Saat Pertama Kali Masuk Balai Kota DKI Jakarta

Baca juga: Sosialisasi Pergub Tentang RDTR, Anies Baswedan Ungkap 5 Arah Pengembangan Jakarta

"Jadi maksud saya Jakarta itu jangan kita terfokus pada labelnya tapi pada aktivitas yang ada di dalamnya. Aktivitas yang disiapkan di sini itu membuat Jakarta akan menjadi salah satu hak penting bukan hanya Indonesia barang kali Asia Tenggara karena pusat perekonomian terbesar di Asia Tenggara adalah Indonesia yang pusat perekonomian Indonesia adalah Jakarta," sambungnya.

Bila semuanya tumbuh, bisa jadi yang bergeser bukan saja pelaku ekonominya melainkan seluruh pelaku ekonomi di dalam maupun luar negeri memilih menetap di Jakarta.

"Jadi kami tidak terkunci mau dikasih label nama apa. Seperti yang saya bilang tadi. Tapi substansi yang disiapkan kegiatan perekonomian, kegiatan sosial, kegiatan kebudayaan, kegiatan tinggal rumah tinggal pun pemukiman itu disiapkan," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved