Sosialisasi Pergub Tentang RDTR, Anies Baswedan Ungkap 5 Arah Pengembangan Jakarta

Pemprov DKI Jakarta telah menggelar sosialisasi Pergub Nomor 31 Tahun 2022 Tentang RDTR Wilayah Pencanangan DKI Jakarta di ruang pola, Rabu (21/9).

Facebook Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Lee Kuan Yew School of Public Policy - Pemprov DKI Jakarta telah menggelar sosialisasi Pergub Nomor 31 Tahun 2022 Tentang RDTR Wilayah Pencanangan DKI Jakarta di ruang pola, Rabu (21/9). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta telah menggelar sosialisasi Pergub Nomor 31 Tahun 2022 Tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Pencanangan DKI Jakarta di ruang pola, Rabu (21/9/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan ada lima arah pengembangan ibu kota dalam RDTR 2022.

Pertama, yakni kota yang berorientasi transit dan digital.

"Satu kita ingin Jakarta berorientasi transit artinya menggunakan kendaraan umum. Dengan kata lain pemerintah kami yang berseragam kami siapkan jalan infrastrukturnya, permudah anggarannya, selebihnya bapak ibu urus sendiri," ucap Anies di Balai Kota DKI.

Kawasan yang terintegrasi dengan angkutan umum massal ini bakal mendorong pergerakan pejalan kaki, pesepeda, penggunaan angkutan umum massal dan pembatasan kendaraan bermotor dalam radius jarak 400  meter sampai dengan 800 meter dari pusat Kawasan yang memiliki prinsip dasar dan kriteria perencanaan Kawasan Berorientasi Transit.

Baca juga: Peluang Usung Anies Baswedan di Pilpres 2024, Fraksi PKS DKI Singgung Suara Rakyat

Kedua, yakni mewujudkan perumahan dan permukiman yang layak dan berdaya.

"Kami sampaikan pemukiman seluruh jenis pemukiman jangan sampai ada jenis yang dihilangkan dari Jakarta," lanjutnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Facebook Anies Baswedan)

Ketiga, lingkungan hidup yang seimbang dan lestari. Keempat, ingin menjadikan Jakarta sebagai kota destinasi budaya global dan pariwisata.

Kelima, untuk menjadikan Jakarta sebagai kota dengan magnet investasi dan pertumbuhan ekonomi kawasan.

Sebagai informasi, Pergub Nomor 31 Tahun 2022 tentang RDTR ini Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi (RDTR-PZ) yang sudah dicabut.

Adapun manfaat dari penyusunan Peraturan Gubernur tentang Rencana Detail Tata Ruang, yakni bertujuan untuk menyederhanakan persyaratan Perizinan berusaha, meningkatkan ekosistem investasi, mewujudkan kualitas ruang yang terukur sesuai standar, norma dan prosedur, memberikan kepastian hukum dan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang dilakukan melalui perubahan ketentuan rencana detail tata ruang sesuai Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang terintegrasi.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved