Wagub Ariza Minta Satpol PP Rangkul Pelajar Ciptakan Kenyamanan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Wagub Ariza) mengajak para pelajar di ibu kota memahami soal ketentraman.

TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (21/7/2022).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Wagub Ariza) mengajak para pelajar di ibu kota memahami soal ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat sejak dini.

Dengan bekal tersebut diharapkan para pelajar terhindar dan tidak terjerumus dalam berbagai hal negatif, seperti tawuran hingga penyalahgunaan narkoba.

"Faktor ketenteraman dan ketertiban adalah syarat penting yang harus tercipta dalam mewujudkan pembangunan kota Jakarta," ucap Wagub Ariza dalam keterangan tertulis, Rabu (21/9/2022).

Orang nomor dua di DKI ini pun menyebut, para pelajar dapat melakukan berbagai kegiatan positif dan turut serta dalam membangun Jakarta sebagai kota global.

"Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pembangunan kota Jakarta," ujarnya.

Baca juga: Usai Tawuran Suporter Pecah, FC Bekasi City Diminta Tidak Gratiskan Tiket Penonton

"Tidak Mungkin kita membangun kota yang kita cintai ini tanpa hadirnya ketertiban masyarakat," sambungnya.

Ariza pun turut menyoroti peran Satpol PP dalam menjaga keamanan, ketenteraman, ketertiban, dan kenyamanan warga ibu kota.

Ia pun berpesan agar Satpol PP turut merangkul para pelajar untuk berperan aktif menjaga situasi dan kondisi kota tetap kondusif.

"Satpol PP yang memiliki tugas dan fungsi menjaga ketenteraman, ketertiban serta melaksanakan perlindungan masyarakat wajib melibatkan, mengajak dan menggandeng para generasi muda untuk dapat berperan aktif dalam menjaga Kota Jakarta yang aman, nyaman dan tertib," tuturnya.

Politikus Gerindra ini turut mengingatkan para petugas Satpol PP agar penegakan ketertiban dilakukan lebih humanis dan persuasif, bukan dengan tindak kekerasan.

"Kita syukuri saat ini penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP DKI sudah jauh dari kekerasan. Tidak lagi menonjolkan kekuatan fisik dalam penanganan pelanggaran," tuturnya.

"Dalam penutupan tempat-tempat hiburan yang melanggar, sudah mengedepankan pendekatan legal," sambungnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved