Cerita Kriminal

4 Anak Berani Rudapaksa Bocah Yatim Piatu, Tempat Prostitusi di Cilincing Dinilai Ikut Pengaruhi

Keberadaan tempat prostitusi di Cilincing yang berada pada kompleks Rawa Malang dinilai berpengaruh terhadap kasus pemerkosaan anak di bawah umur.

TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO/Kolase Tribun Jakarta
Kolase foto anak dirudapaksa dan Ahmad Syarifudin, Ketua RW tempat tinggal bocah 13 tahun yang dirudapaksa di Cilincing, Jakarta Utara. Keberadaan tempat prostitusi di Cilincing yang berada pada kompleks Rawa Malang dinilai berpengaruh terhadap kasus pemerkosaan anak di bawah umur. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Keberadaan tempat prostitusi terbesar di Cilincing yang berada pada kompleks Rawa Malang dinilai berpengaruh terhadap kasus keempat anak di bawah umur tega memperkosa bocah yatim piatu 13 tahun.

Aktivitas prostitusi yang setiap hari menggeliat di Rawa Malang dinilai beberapa pihak tak luput dari mata keempat anak di bawah umur tersebut.

Apalagi, lokasinya sangat dekat dengan kediaman para terduga pemerkosa dan hutan kota tempat mereka melakukan rudapaksa terhadap korban, P, yang masih kelas 1 SMP.

Ketua RW setempat, Ahmad Syarifudin mengatakan, tempat prostitusi Rawa Malang sudah berdiri puluhan tahun lamanya.

Meski tidak ingat tahun pasti berdirinya Rawa Malang, Syarifudin memastikan lokalisasi itu sudah ada sejak dirinya masih kecil.

Baca juga: Anak Yatim Piatu di Cilincing Jadi Korban Rudapaksa 4 ABG, Ketua RW Ungkap Kondisi Tak Biasa Korban

Keberadaan Rawa Malang kemudian disusul puluhan kafe remang-remang yang berdiri di sepanjang Jalan Inspeksi Kali Cakung.

Lokalisasi Rawa Malang sendiri ditempatkan pada suatu kompleks perumahan yang di dalamnya terdiri dari puluhan bangunan.

Ahmad Syarifudin, Ketua RW tempat tinggal bocah 13 tahun yang dirudapaksa di Cilincing, Jakarta Utara.
Ahmad Syarifudin, Ketua RW tempat tinggal bocah 13 tahun yang dirudapaksa di Cilincing, Jakarta Utara. (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO)

Di dalam bangunan rumah itu lah, kata Syarifudin, terdapat ruang hiburan malam tempat wanita tuna susila (WTS) menetap.

"Jadi dia perumahan, rumah-rumah biasa, cuman ada ruangan tamu, kamar-kamar. Banyak," kata Syarifudin saat dihubungi TribunJakarta.com, Kamis (22/9/2022).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved