Anies Baswedan Diduga Perintahkan Lurah Tarik Sumbangan, PSI: Era Gubernur Sebelumnya Tidak Pernah

Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Justin Adrian Untayana mengkritik kebijakan Gubernur Anies Baswedan yang menugaskan para lurah menarik sumbangan.

TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Plaza Selatan Monas, Jakarta Pusat, Senin (19/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Justin Adrian Untayana mengkritik kebijakan Gubernur Anies Baswedan yang menugaskan para lurah menarik sumbangan dari warga.

Ia menyebut, kebijakan aneh ini baru pertama kali diterapkan di era kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan.

Hal ini diungkapkan Justin berdasarkan pengakuan salah satu lurah yang diperintahkan Anies mencari sumbangan hingga ratusan juta.

"Di zaman gubernur sebelumnya tidak ada beban tambahan semacam itu untuk para lurah," ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (22/9/2022).

Ia pun khawatir, masyarakat akan merasa sumbangan ini seperti pungutan liar (pungli).

Baca juga: Parade Peresmian Ala Anies Baswedan Jelang Lengser DKI 1: Dari Puluhan Tower hingga 100 Taman

Menurutnya, perintah ini justru mendegradasi citra pelayanan publik yang profesional di ibu kota.

Apalagi, lurah punya tugas berat untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

"Lurahnya bilang, mereka akan lebih lega bila tidak dibebankan tanggung jawab dan target itu," ujarnya.

Adapun dugaan perintah Gubernur Anies agar lurah tarik sumbangan dari warga ini muncul setelah adanya laporan dari masyarakat.

Justin menyebut, saat itu ada salah satu warga yang tengah mengurus dokumen di kelurahan mendadak dimintai sumbangan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Plaza Selatan Monas, Jakarta Pusat, Senin (19/9/2022).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Plaza Selatan Monas, Jakarta Pusat, Senin (19/9/2022). (TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Mendengar keluhan warga itu, Justin langsung menyambangi kantor kelurahan itu dan meminta keterangan sang lurah.

Sang lurah pun mengakui hal tersebut dan menyebut sumbangan ditarik berdasarkan perintah dari Gubernur Anies Baswedan.

"Lurahnya diperintahkan (ngakunya ada surat instruksi) untuk mengumpulkan sumbangan dan dipatok juga targetnya," kata Justin.

Dari keterangan sang lurah, Gubernur Anies menargetkan sumbangan sebesar Rp 88 juta untuk zakat dan Rp 55 juta untuk Palang Merah Indonesia (PMI).

"Saat saya tanya bila tidak tercapai targetnya bagaimana, apakah nombok? Lurahnya hanya terdiam dan enggan menjawab," tuturnya.

 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved