BPBD Tangsel Petakan 35 Titik Rawan Bencana Pada Cuaca Ekstrem, Pondok Aren Paling Mencemaskan

BPBD Tangerang Selatan mewaspadai 35 titik lokasi rawan bencana pada cuaca ekstrem belakangan ini, Kamis (22/9/2022).

https://www.freepik.com/
Ilustrasi cuaca ekstrem. BPBD Tangerang Selatan mewaspadai 35 titik lokasi rawan bencana pada cuaca ekstrem belakangan ini, Kamis (22/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang Selatan mewaspadai 35 titik lokasi rawan bencana pada cuaca ekstrem belakangan ini.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Tangerang Selatan, Uci Sanusi, banjir dan longsor menghantui warganya saat cuaca ekstrem periode ini.

"Sebenarnya masih sama, kami masih bercermin pada data terdahulu. Total itu ada 35 titik lokasi rawan bencana yang harus diwaspadai," kata Uci saat dihubungi, Kamis (22/9/2022).

Pasalnya, ke-35 titik lokasi tersebut rawan bencana alam seperti banjir dan longsor akibat intensitas hujan yang tinggi.

Kecamatan Pondok Aren, seperti Perumahan Pondok Maharta, Kampung Bulak, dan beberapa titik lainnya paling rawan banjir.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, Kamis 22 September 2022: Hujan dari Siang hingga Malam

"Untuk wilayah rawan longsor itu di wilayah Kecamatan Setu, Serpong, Pamulang dan di wilayah Ciputat Timur itu wilayah Cirendeu," papar Uci lagi.

Maka dari itu, pihaknya sudah meningkatkan kewaspadaan dan layanan kedaruratan bencana.

Seperti memaksimalkan seluruh sumber daya dan kapasitas kesiapsiagaan para petugas lapangan, juga alat pendukung lainnya

"Sudah dua hari ini kita lakukan penguatan kapasitas relawan. Kita juga membentuk kelurahan tanguh bencana ada 16 kelurahan," ucap Uci.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, Selasa 20 September 2022: Cerah Sepanjang Hari

Sementara untuk peralatan kesiapsiagaan, imbuhnya, saat ini terus dilakukan penambahan di lapangan.

Termasuk jumlah perahu karet yang saat ini berjumlah sembilan unit ditambah peningkatan jumlah personel yang siaga 24 jam.

"Kalau tenda, tidak ada peningkatan, sejauh ini masyarakat lebih memilih stay di rumah. Tenda-tenda kita agak besar, sulit pemasangan di sekitar rawan banjir," pungkas dia.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved