Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Pengacara Ungkap Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Ingin Anak Seperti Yosua, Sampai Minta Adopsi

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sampai meminta dicarikan bayi bermarga Hutabarat, seperti Yosua, untuk diadopsi.

Kompas TV
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi terancam hukuman mati atau pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun kurungan. Lalu bagaimana dengan nasib anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi? 

TRIBUNJAKARTA.COM - Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J begitu membuat kagum dua bosnya, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Bagaimana tidak, keduanya sampai ingin memiliki anak serupa ajudan sendiri.

Hal itu diungkap Pengacara Keluarga Yosua, Martin Lukas Simanjuntak saat menjadi narasumber di YouTube Irma Hutabarat - HORAS INANG.

Lukas mengatakan, pasangan suami istri yang kini terancam hukuman mati itu sampai meminta dicarikan bayi bermarga Hutabarat, seperti Yosua, untuk diadopsi.

TONTON JUGA

Mulanya Martin Lukas Simanjuntak menjelaskan kala itu Yosua baru bekerja sekitar satu tahun dengan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

"Ada yang mengatakan 'apakah anaknya yang terakhir itu adalah anak kandung atau anak adopsi?'. Hal ini tidak bisa dipisahkan dari informasi yang kita dapat bahwa enam bulan atau satu tahun pasca-Yosua kerja," ucap Martin Lukas Simanjuntak.

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi lalu mendadak memerintahkan Yosua untuk mencari bayi laki-laki, yang berasal dari satu marga dengan pria kelahiran 1995 itu, yakni Hutabarat.

"Itu ada request kepada Brigadir J untuk mencari anak bayi laki-laki dari keluarga Hutabarat," ungkap Martin Lukas Simanjuntak.

Baca juga: Persidangan Ferdy Sambo Akan Jadi Pintu Terkuaknya Kasus-kasus Lain? Rocky Gerung Bilang Begini

Namun Yosua tak berhasil, menemukan bayi laki-laki bermarga Hutabarat seperti permintaan atasannya.

Hingga akhirnya Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo mencari sendiri bayi laki-laki untuk diadopsi.

Rupanya hal tersebut merupakan permintaan khusus dari Ferdy Sambo, mantan jenderal bintang dua itu sangat ingin mempunyai anak berjenis laki-laki lagi.

"Karena Yosua ini dianggap baik, jadi dicari yang darahnya seperti Yosua. Karena ada permintaan dari bapak (Ferdy Sambo), masih mau nambah anak laki-laki," kata Martin Lukas Simanjuntak.

"Memang tidak dapat ya, ada, tapi keluarganya maunya tidak diadopsi, tapi dibesarkan. Akhirnya ada lah anak ini (anak PC dan FS sekarang)," pungkasnya.

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi terancam hukuman mati atau pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun kurungan. Lalu bagaimana dengan nasib anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi?
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi terancam hukuman mati atau pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun kurungan. Lalu bagaimana dengan nasib anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi? (Kompas TV)

Baca juga: Ibarat Lagu Viral Farel Prayoga, Kapolri Minta Putri Candrawathi Ojo Dibandingke dengan Ibu Biasa

Karenanya, Martin Lukas Simanjuntak pun menduga anak bungsu Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang saat ini berusia 1,5 tahun adalah anak adopsi.

"Kalau kita kaitkan hal tersebut, mungkin saja memang anak tersebut bukan anak kandung," ucap Martin Lukas Simanjuntak.

Martin Lukas Simanjuntak kemudian membahas soal alasan Putri Candrawathi tak ditahan, yakni karena masih memiliki bayi.

"Ini juga ada hubungannya, karena penyidik mengatakan (tidak menahan Putri Candrawathi karena) alasan kemanusiaan dan alasan anak kecil," ujar Martin Lukas Simanjuntak.

Baca juga: Putri Candrawathi Tak Juga Ditahan, Kapolri Akui Anggotanya Memang Tak Objektif ke Istri Ferdy Sambo

Diwartakan sebelumnya, isu soal Yosua diminta mencarikan bayi laki-laki juga diungkap oleh, bibi Yosua yakni Roslin Simanjutak.

Menurut Roslin, Yosua  sempat menanyakan ke orangtuanya adakah anak di keluarganya yang bisa diadopsi.

Saat ada permintaan tersebut, kata Roslin keluarga Yosua berusaha untuk mencari anak yang bisa diadopsi.

Namun dari keluarga ibu marga Simanjutak maupun dari keluarga Ayah Hutabarat tidak ada anak yang bisa diadopsi, karena permintaannya adalah anak yang masih bayi.

Roslin menilai, alasan keluarga Ferdy Sambo meminta dari keluarga Yosua pasti karena dilihat Brigadir J memiliki sikap yang baik.

Baca juga: Putri Candrawathi Tak Ditahan Bukti Kekuasaan Ferdy Sambo Masih Tersisa? Kapolri Beri Jawaban Tegas

SIMAK VIDEONYA:

 

Putri Candrawathi Tak Ditahan Seperti Ibu Pelaku Kejahatan yang Lain

Beberapa hari belakangan ini masyarakat Indonesia beramai-ramai membandingkan nasib istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dengan ibu pelaku kejahatan yang lain.

Pasalnya meski sudah menjadi tersangka pembunuhan berencana Yosua, Putri Candrawathi tetap tak ditahan.

Penyidik menyebut ada tiga hal alasan tak menahan Putri Candrawathi.

TONTON JUGA

Yang pertama alasan kesehatan, yang kedua alasan kemanusian dan alasan ketiga karena putri masih memiliki balita.

Lalu bagaimana dengan nasib ibu-ibu pelaku kejahatan yang tetap ditahan meski mempunyai bayi? Ibu-ibu tersebut bahkan sampai mengajak bayinya ke dalam penjara.

Masih ingat dengan kasus empat orang ibu di Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB)?

Mereka dilaporkan karena melempari atap sebuah pabrik tembakau pada 26 Desember 2020 lalu. Mereka adalah Fatimah (49), Martini (22), Hulyiah (40) dan Nurul Hidayah (38).

Di acara Satu Meja Forum Rabu (7/9/2022), Kapolri membenarkan sempat bertemu dengan Ferdy Sambo sesaat setelah Brigadir J dibunuh, ia lalu membeberkan isi percakapannya dengan Ferdy Sambo.
Di acara Satu Meja Forum Rabu (7/9/2022), Kapolri membenarkan sempat bertemu dengan Ferdy Sambo sesaat setelah Brigadir J dibunuh, ia lalu membeberkan isi percakapannya dengan Ferdy Sambo. (Kolase Tribun Jakarta)

Baca juga: Ajukan Banding Diduga Cuma Siasat Ferdy Sambo, Putri Tak Ditahan Contoh Rencananya Sukses?

Ironisnya, dua dari empat ibu itu terpaksa harus membawa anak balitanya ke dalam penjara.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved