Puluhan Lapak di Bantaran Kali Jati Dibongkar Pemkot Bekasi Kecuali Empat Markas Ormas, Ada Apa?

Pemkot Bekasi melakukan penertiban bangunan liar di bantaran Kali Jati, Kamis (22/9/2022). Tapi empat markas ormas tak dibongkar, kenapa?

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Proses penertiban bangunan liar di bantaran Kali Jati Kayuringin Jaya Kota Bekasi, Kamis (22/9/2022). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pemerintah Kota Bekasi melakukan penertiban bangunan liar di bantaran Kali Jati, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kamis (22/9/2022).

Sejumlah bangunan semi permanen yang digunakan sebagai lapak pedagang dihancurkan menggunakan alat berat, tapi masih terdapat bangunan yang seolah tak tersentuh.

Bangunan tersebut adalah markas atau pos organisasi masyarakat (ormas), ada sedikitnya empat bangunan milik organisasi berbeda.

Kondisi ini dipandang sinis warga, mereka menilai Pemkot Bekasi tidak adil lantaran hanya rakyat kecil yang berani digusur.

Menanggapi hal itu, Kepala Satpol PP Kota Bekasi Abi Hurairah mengatakan, terdapat kurang lebih 50 sampai 60 bangunan yang telah diterbitkan.

Baca juga: Ketika Normalisasi Sungai Tak Dilanjut, Ketua DPRD Nilai Anies Takut Dicap Tukang Gusur

"Kalau sampai saat ini yang kita tertibkan 50-60 lapak bangunan, belum ya (bangunan pos ormas), ada yang harus dimediasikan," kata Abi.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi Solikhin mengatakan, alasan bangunan ormas tidak langsung ditertibkan karena perlu mediasi lebih lanjut.

"Kenapa belum kita bongkar (ormas) mungkin lebih ke stabilitas dulu, tapi mereka secara ini terima kalau semua diperlakukan sama, konsepnya gitu," kata Solikhin.

Padahal, surat peringatan untuk mengosongkan bangunan sudah dilayangkan Pemkot Bekasi kepada pemilik bangunan.

Baca juga: Bantah Gusur Warga demi Proyek JIS, Wagub DKI: Direlokasi dengan Kekeluargaan dan Kemanusiaan

Hanya saja, sejumlah anggota ormas saat proses penertiban berlangsung siaga di sekitar lokasi seolah menjaga markasnya agar tidak ikut dibongkar.

"Sebenarnya semua yang ada di bantaran kali seharusnya dibongkar, cuman memang ada satu dan lain hal dari teman-teman ormas untuk diminta dia tidak dibongkar dulu," ucap Solikhin.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved