Kebakaran

Syok Rumahnya di Kemayoran Ludes Terbakar, Rustini Sampai Tak Bisa Keluarkan Air Mata

Kala kebakaran terjadi di rumahnya, Rustini sedang menanak nasi di lantai bawah rumahnya. Seketika kepulan asap memenuhi rumahnya disusul

Kolase TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Ibunya Rustini (52) bersama cucu dan menantu syok sesaat kebakaran melanda rumah tempat tinggal mereka di Jalan Swadaya V RT 011 RW 005, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (22/9/2022).  

Ia seketika panik ketika melihat api mendadak sudah menjalar ke rumahnya. Ia tak tahu dari mana asal api yang tiba-tiba muncul.

Baca juga: Diduga Akibat Lupa Matikan Kompor, Rumah Mewah di Pasar Rebo Kebakaran

Anggota keluarga di dalam rumah itu seketika kalang kabut. 

Suami Melita, Surachman (32), anaknya dan ibunya Rustini (52) bergegas keluar menyelamatkan diri. 

Manisa (22) sedang istirahat di tempat pengungsian di Gereja HKBP Letjend Suprapto di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Kamis (22/9/2022). Ia dan anaknya berhasil diselamatkan sang kakak, Melita (30), saat api membakar rumah mereka di Jalan Swadaya V RT 011 RW 005, Kelurahan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Kamis (22/9/2022) pagi.
Manisa (22) sedang istirahat di tempat pengungsian di Gereja HKBP Letjend Suprapto di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Kamis (22/9/2022). Ia dan anaknya berhasil diselamatkan sang kakak, Melita (30), saat api membakar rumah mereka di Jalan Swadaya V RT 011 RW 005, Kelurahan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Kamis (22/9/2022) pagi. (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Namun, tidak bagi Melita. Ia menyadari sang adik, Manisa (22) bersama satu anaknya yang masih berusia 3 tahun berada di lantai atas.

Begitu naik ke atas, Manisa dan sang anak tengah berhadapan dengan api di sekelilingnya.

"Saat ke lantai atas, saya langsung terkena paparan api. Di atas, api sudah besar. Saya enggak rasa apa-apa awalnya," ceritanya kepada TribunJakarta.com di tempat pengungsian di Gereja HKBP dekat lokasi kebakaran pada Kamis (22/9/2022).

Kepulan asap dan jilatan api menyeruak di lantai atas.

Di tengah kobaran api, Melita menarik adik dan satu keponakannya untuk lekas turun.

Karena panik, kaki mereka tak berjejak di anak tangga.

"Ketika turun tangga, apinya sangat besar. Kami bertiga langsung jatuh ke bawah dari atas," tambahnya.

Baca juga: Toko Mebel di Duren Sawit Terbakar Saat Ditinggal Pemiliknya Salat Jumat

Mereka langsung keluar dari rumah yang tengah diamuk api.

Setelah menjauh dari lokasi kebakaran, Melita dan Manisa baru merasakan sakit di sejumlah tubuhnya.

"Bagian wajah saya langsung terasa panas. Jidat dan hidung saya melepuh karena di atas tadi bersentuhan dengan api," ujar Melita.

Manisa malah lebih parah. Bukan hanya jidatnya yang terlihat melepuh akibat terkena jilatan api, tangan dan punggungnya juga sempat terbakar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved