Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Terlacak Posisi Pesawat Jet Tunggangan Brigjen Hendra saat Urus Kasus Brigadir J, Polri Bereaksi

Terlacak posisi pesawat jet pribadi tunggangan Brigjen Hendra Kurniawan saat urus kasus Brigadir J.

Editor: Elga H Putra
Istimewa
Brigjen Hendra Kurniawan dan istrinya, Seali Syah (foto kiri). Irjen Ferdy Sambo dan Brigadir J (foto kanan). Terlacak posisi pesawat jet pribadi tunggangan Brigjen Hendra Kurniawan saat urus kasus Brigadir J. 

Boyamin menambahkan hasil penelusurannya, usai mencuat pesawat jet pribadi dengan kode penerbangan T7-JAB tersebut akhir-akhir ini sudah menjauh dari Indonesia.

Baca juga: Dibela Ferdy Sambo di Sepucuk Surat, Sidang Brigjen Hendra Kurniawan Molor 3 Pekan, Sengaja Diulur?

Boyamin juga menemukan data pesawat tersebut pernah dipakai oleh menteri di Kabinet Indonesia Maju.

Ia memiliki foto saat pesawat mendarat di Aceh dan di Purwokerto.

Menurutnya, pesawat jet tersebut diduga dimiliki perusahaan tambang batu bara di Kalimantan Utara.

Namun, registrasi pesawat bukan di Indonesia, melainkan San Marino.

Ketua MAKI onflik kepentingan dengan rangkaian da
Ketua MAKI Boyamin Saiman menjelaskan, hasil penelusurannya atas penggunaan pesawat jet pribadi memiliki indikasi adanya konflik kepentingan dengan rangkaian dari kasus Ferdy Sambo, seperti konsorsium judi dan tambang ilegal.

"Nampaknya pesawat ini memang rajin di Indonesia, operatornya PT AA," ujar Boyamin.

Dugaan Gratifikasi

Selain ada unsur konflik kepentingan, Boyamin menilai penggunaan pesawat jet pribadi untuk menemui keluarga Brigadir J tersebut bukan sebuah tugas negara.

Sebab, anggaran untuk menyewa pesawat sangat besar.

Hitung-hitungannya, biaya sewa pesawat jet minimal Rp50 juta per jam.

Diperkirakan, penerbangan ke Jambi dengan persiapan terbang dan turun serta kembali lagi ke Jakarta memakan waktu minimal tiga jam.

Dengan kalkulasi tersebut, anggaran yang harus keluar dari kas kepolisian bisa mencapai Rp150 juta.

Di sisi lain, jika anggaran pesawat tersebut bukan dari kas negara, melainkan dari kantong pribadi, perlu diketahui juga apakah sesuai dengan profil pengguna.

"Kalau gratis karena disediakan oleh pihak lain, maka akan menjadi dugaan gratifikasi.

Halaman
123
Sumber: KOMPAS
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved