Hakim Vonis Ade Yasin 4 Tahun Penjara, Keluarga dan Pendukung Menangis Histeris di Ruang Sidang

Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin divonis empat tahun penjara dalam perkara dugaan suap auditor BPK Jawa Barat.

Editor: Wahyu Septiana
Facebook Tribun Jabar/Instagram
Diawali lantunan sholawat, sidang vonis Bupati Bogor non aktif Ade Yasin justru berakhir dengan aksi lempar botol yang berujung ricuh. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin divonis empat tahun penjara dalam perkara dugaan suap auditor BPK Jawa Barat.

Sidang vonis Ade Yasin digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/9/2022).

Vonis yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Hera Kartiningsih itu lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) .

Jaksa KPK sebelumnya menuntut Ade Yasin dengan hukuman tiga tahun penjara.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Ade Yasin telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi," kata Hera Kartiningsih saat membacakan vonis.

"Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan penjara," tambahnya.

Baca juga: Sidang Vonis Bupati Bogor Ade Yasin: Diawali Lantunan Sholawat, Diakhiri Lempar Botol Berujung Ricuh

Seusai pembacaan vonis tersebut, ruang siang riuh dengan tangisan hingga teriakan dari keluarga dan pendukung Ade Yasin.

"Hakim kempes. Hakim lebih zalim dari jaksa," protes pendukung Ade Yasin di ruang sidang Pengadilan Tipikor Bandung.

Potongan video jalannya sidang Bupati Bogor nonaktif, Ade Yasin yang berakhir ricuh di PN Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/9/2022).
Potongan video jalannya sidang Bupati Bogor nonaktif, Ade Yasin yang berakhir ricuh di PN Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/9/2022). (Tribun Jabar)

"Hakim ngaco, mereka semua orang-orang zalim," ucap pendukung Ade Yasin lainnya.

Kuasa hukum Ade Yasin, Dinalara Butar Butar mengatakan pihaknya bakal mengakukan banding atas vonis Hakim terhadap kliennya.

"Sudah pasti kita ajukan banding. Sejak awal sudah saya sampaikan, terdakwa dihukum satu hari pun, kami akan tetap melakukan pembelaan upaya hukum karena terdakwa tidak bersalah," kata Dinalara seusai persidangan.

Ia menilai Majelis Hakim mengesampingkan fakta persidangan.

Menurutnya, sebanyak 39 saksi dan dua ahli yang dihadirkan Jaksa memberikan keterangan bahwa Ade Yasin tak terlibat.

"39 saksi dengan dua saksi ahli, sama sekali tidak jadi pertimbangan. Kami kecewa sekali. Mungkin media-media semua sudah pernah menyaksikan persidangan, tidak ada satu saksi pun yang mengatakan keterlibatan Ibu Ade," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved