Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Pengamat Bongkar Kultur Kakak Adik Asuh Polri dari Karir hingga Uang, Jenderal Bintang 3 Bereaksi

Isu kakak adik asuh pada kasus Ferdy Sambo mulai menyeruak seiring belum rampungnya penyidikan kasus pembunuhan berencana Yosua.

ISTIMEWA
Ilustrasi Polisi. - Isu kakak adik asuh pada kasus Ferdy Sambo mulai menyeruak seiring belum rampungnya penyidikan kasus pembunuhan berencana Yosua. 

Menurutnya, hal itu tidak terjadi saat ini yang menurutnya siapa saja bisa mendapatkan jabatan dan pangkat yang tinggi meskipun belum memiliki cukup pengalaman.

"Saya ingat di jaman Pak Ito untuk menjadi bintang tiga misalnya atau bintang dua yang memiliki jabatan penting, itu harus sebelumnya pernah menjadi Kapolda tipe B berapa kali, Kapolda tipe A, seperti itu."

"Tetapi di era sekarang ini tidak terjadi. Tiba-tiba promosi itu meluncur begitu saja, sesaorang yang sebelumnya tidak memiliki pengalaman yang luas dengan usia yang muda tiba-tiba lompat menduduki jabatan strategis," ujarnya.

Bambang menilai sistem kepangkatan yang tidak didasari kapabilitas dan pengalaman akan mengakibatkan arogansi dalam menjabat.

"Akibatnya apa, mereka tidak memiliki kebikakan dan kedewasaan berpikir dan pengalaman yang luas. Sehingga muncul arogansi-arogansi," ujarnya.

Baca juga: Dibela Ferdy Sambo di Sepucuk Surat, Sidang Brigjen Hendra Kurniawan Molor 3 Pekan, Sengaja Diulur?

Bambang juga membahas soal kultur kakak adik asuh yang orientasinya cenderung demi kepentingan pragmatis semata.

Bahkan, hubungan kakak dan adik asuh juga dimanfaatkan untuk berkomplot meraih uang.

"Hubungan kakak asuh dengan adik asuh itu memang sangat bagus, ada kedekatan, perintah bisa sehat."

"Tapi di lapangan ini hanya hubungan pragmatis, mengejar promosi jabatan atau kepentingan di luar kerja."

"Seperti yang menjadi sorotan kemarin soal gaya hidup hedon, mereka bergabung bersatu untukkepentingan pragmatis untuk mengumpulkan pundi-pundi," kata Bambang.

Jenderal Bintang 3 Bicara

Sementara, Kabareskrim Polri 2009-2011, Komjen Purn Ito Sumardi yang juga ada pada program tersebut, bereaksi setelah dipersilakan host.

Ito menjelaskan bahwa kultur kakak adik asuh hampir selalu ada di setiap instansi pendidikan.

Hubungan kakak adik asuh di Polri sendiri terjalin di Akpol berdasarkan kedekatan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved