Tim Ekspedisi Batanghari Turut Mandi Safar, Tradisi Budaya dari Desa Air Hitam Laut

Tim ekspedisi Sungai Batanghari tiba di Tanjung Jabung Timur, Jambi, Selasa (20/9/2022).Tim turut dalam tradisi budaya mandi Safar.

ISTIMEWA
Tim ekspedisi Sungai Batanghari inisiasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tiba di Tanjung Jabung Timur, Jambi, Selasa (20/9/2022).Tim turut dalam tradisi budaya mandi Safar. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAMBI – Tim ekspedisi Sungai Batanghari inisiasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang mulai berangkat Agustus lalu dari Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, tiba di Tanjung Jabung Timur, Jambi, Selasa (20/9/2022).

Tim ekspedisi yang beranggotokan peneliti, akademisi, pegiat budaya, komunitas, dan mahasiswa langsung menuju Pesantren Waii Petu, Desa Air Hitam Laut, Sadu, dan turut dalam tradisi budaya Mandi Safar.

Mandi Safar merupakan tradisi masyarakat pesisir laut di Jambi guna membersihkan diri dan terhindar dari bahaya, atau tolak bala.

Uniknya, Mandi Safar di Provinsi Jambi ini dilakukan di pantai dengan air laut bewarna hitam. Adapun warna hitam air laut tersebut terjadi akibat bias warna dari gambut di dasar laut.

Awalnya tradisi Mandi Safar memang hanya dilaksanakan masyarakat di rumah masing-masing.

Baca juga: Kemendikbudristek Selaraskan Skema Seleksi Masuk PTN untuk Tingkatkan Kualitas Penerimaan Maba

Kemudian diputuskan dilakukan secara serentak menjadi pesta budaya guna menyambung silaturahmi dan menjadi destinasi wisata.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Safril mengatakan, di daerah Air Hitam Laut amat banyak budaya dapat dinikmati dan pesona alam layak dikunjungi sehingga memang sepatutnya menjadi destinasi wisata.

Tim ekspedisi Sungai Batanghari inisiasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tiba di Tanjung Jabung Timur, Jambi, Selasa (20/9/2022).Tim turut dalam tradisi budaya mandi Safar.
Tim ekspedisi Sungai Batanghari inisiasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tiba di Tanjung Jabung Timur, Jambi, Selasa (20/9/2022).Tim turut dalam tradisi budaya mandi Safar. (ISTIMEWA)

“Seperti mandi Safar itu murni budaya rutin tahunan. Dilakukan di setiap Hari Rabu di minggu akhir bulan Safar, bermakna yakni untuk mengingat masa lalu, memperbaiki diri ke depannya, hingga menolak bala. Selain itu juga sebagai tradisi mengingatkan kepada kondisi lingkungan,” ujar Safril, Rabu (21/9/2022).

Oleh sebab itu, Safril menuturkan, momentum Kenduri Swarnabhumi yang sedang diselenggarakan pemerintah daerah setempat sepanjang aliran Sungai Batanghari harus menjadi semangat baru untuk semua pihak bersama-sama menjaga lingkungan.

“Dengan begitu kita akan menghormati para leluhur yang telah menurunkan tradisi peradaban kebudayaan hasil hubungan manusia dengan alam sehingga terbentuk seperti saat ini,” ucap Safril.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved