Dinas Bina Marga DKI Bantah Tak Bayar Ganti Rugi Penggusuran Warga Cakung

Spanduk protes dari warga yang mengaku korban proyek pelebaran jalan dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta terpampang di Jalan Raya Bekasi, Cakung.

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Istimewa
Spanduk protes warga yang mengaku korban proyek pelebaran jalan dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Cakung, Jakarta Timur. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Spanduk protes dari warga yang mengaku korban proyek pelebaran jalan dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta terpampang di Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur.

Berdasar aduan warga pada aplikasi Jakarta Kini (Jaki) dengan nomor JK2209230177 yang dibuat pada Jumat (23/9/2022) setidaknya ada dua spanduk protes terpasang di Jalan Raya Bekasi.

"Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) tolong kami dan mohon kami dibantu. Tanah kami akan digusur tetapi belum dibayar oleh Dinas Bina Marga," isi tulisan yang dipasang pada tembok rumah warga.

"Pak Anis (Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan) tolong kami dan mohon dibantu tanah kami. Digusur akan tetapi belum dibayar Dinas Bina Marga," isi spanduk protes lainnya.

Sementara dalam aduan Jaki tertulis Jalan Raya Bekasi perlu dilebarkan, "Soalnya jalannya cukup sempit. Namun sepertinya ada yang belum dibayar pembebasan lahannya oleh Dinas Bina Marga".

Baca juga: Gas Bocor Bikin Rumah Makan Padang di Cakung Terbakar, Pemilik Jadi Korban Alami Luka Bakar

Dikonfirmasi aduan, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan berdasar hasil pengecekan tanah yang dilaporkan tersebut merupakan akses gang permukiman warga.

"Sudah dicek bukan tanah yang dibawah tembok (terpasang spanduk). Tapi Tanah yang dimaksud adalah gang masuk, diakui milik ahli waris," kata Hari saat dikonfirmasi, Sabtu (24/9/2022).

Menurutnya berdasarkan hasil pengecekan dilakukan Dinas Bina Marga DKI Jakarta legalitas kepemilikan tanah akses gang tersebut memang tidak bisa dilakukan ganti rugi.

Sementara untuk bidang tanah pada sisi kanan dan kiri gang akses permukiman warga, Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengklaim sudah melakukan ganti rugi kepada pemilik tanah.

"Secara surat sudah dicek, tidak bisa dilakukan pembayaran sama sekali, baik itu melalui konsinyasi (penitipan uang melalui pengadilan) atau langsung," ujarnya.

Hari menuturkan pihaknya sudah memberi penjelasan kepada ahli waris pemilik tanah terkait hal tersebut dan akan mencopot kedua spanduk protes di Jalan Raya Bekasi pada Senin (26/9/2022).

"Dan rencananya pengamanan aset, kita pasang plang aset pak, sekaligus patok," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved