Cerita Kriminal

Beraksi Siang Bolong Curi Emas dan Uang di Rumah Kosong, Pelaku dan Korban Ternyata Saling Kenal

Polisi menangkap pelaku pencurian yang beraksi saat rumah korban dalam keadaan kosong di Tangerang. Ternyata pelaku dan korban saling kenal.

ISTIMEWA
ilustrasi maling atau ilustrasi pencuri. Polisi menangkap pelaku pencurian yang beraksi saat rumah korban dalam keadaan kosong di Tangerang. Ternyata pelaku dan korban saling kenal. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Polres Metro Tangerang Kota menangkap tersangka pencurian berinisial BM (22) yang beraksi saat rumah korban dalam keadaan kosong.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Zain Dwi Nugroho mengatakan, tersangka melakukan pembobolan rumah warga di Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, pada Senin (5/9/2022).

"Sasaran tersangka adalah rumah kosong yang ditinggalkan korban ke rumah sakit. Namun pada saat korban kembali ke rumah dan melihat pintu rumahnya sudah dalam keadaan terbuka," terang Zain. Minggu, (25/9/2022).

Korban langsung mengecek lemari tempatnya menyimpan uang dan emas senilai Rp 17 juta ternyata sudah hilang.

Atas kejadian tersebut korban melaporkan ke Polsek Neglasari.

"Lalu, berdasarkan hasil olah TKP, analisa dan tambahan informasi dari masyarakat, Unit Reskrim berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku," ungkap Zain.

Baca juga: Siang Bolong, Maling Bobol Rumah yang Ditinggal Pemilik Berobat di Pulogadung

Baca juga: Maling Bobol SDN Kayuringin Jaya XIX Bekasi, Penyidik Sudah Lakukan Olah TKP, Pelaku Masih Diburu

Menurut pengakuan tersangka, uang dan emas hasil curian tersebut sebagian sudah dibelikan sepeda motor.

Barang bukti sudah diamankan seperti 1 lembar kuitansi pembelian emas, gelang emas dan sisa uang tunai senilai Rp 10.800.000.

"Saat dipertemukan antara tersangka dan korban ternyata saling mengenal karena berasal dari kampung yang sama. Jadi, saat ini, keluarga tersangka dan korban telah sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan," papar Zain.

Zain pun menyampaikan, pihaknya menyatakan akan mempelajari terlebih dahulu apakah tindak pidana yang terjadi memenuhi syarat sesuai Perpol 8 tahun 2021 untuk dapat diselesaikan dengan mekanisme restoratif justice.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved