Anies Disebut Gagal Benahi Transportasi, Macet Tambah Parah: Kalau Cuma Bangun, Firaun Juga Bisa

Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak, menilai pembenahan transportasi di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan gagal.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Septiana
ISTIMEWA/Kolase Tribun Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak - Gilbert Simanjuntak, menilai pembenahan transportasi di era Anies Baswedan gagal. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak, menilai pembenahan transportasi di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan gagal.

"Narasi yang dibangun, seakan transportasi berhasil dibenahi era lima tahun Anies sebagai Gubernur adalah tidak sesuai kenyataan. Ukuran yang digunakan, lebih ke arah pembangunan fisik seperti pengadaan alat transportasi, bukan pembangunan sistem yang berhasil dan paradigma di masyarakat," kata Gilbert dalam keterangannya, Senin (26/9/2022).

Gilbert menilai, gagalnya pembenahan transportasi di Jakarta selama dipimpin Anies terlihat dari macetnya Jakarta yang semakin parah pasca pandemi Covid-19.

Selain itu, Jakarta juga masih disebut-sebut sebagai salah satu kota yang memiliki tingkat polusi udara cukup tinggi.

Hal ini, kata Gilbert tidak sesuai dengan narasi yang dibangun.

Baca juga: Gubernur Anies Baswedan Tinjau Proyek Saringan Sampah Kali Ciliwung, Teringat saat Awal Menjabat

"Mengutip kata-kata Gubernur Anies sendiri, kalau sekedar membangun fisik, Firaun juga bisa. Kenyataan yang ada Jakarta tidak macet hanya di periode awal Gubernur Anies saat menjabat, itu karena lajur Bus TransJakarta (TJ) sudah selesai dan karena covid selama 3 tahun," imbuhnya.

Sebagai perbandingan, ia menjabarkan kemacetan di Jakarta pada era sebelumnya, saat Anies baru memimpin Jakarta, dan menjelang akhir masa jabatan Anies di Jakarta.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak (kiri) mencium maksud terselubung di balik pertemuan Gubernur Anies Baswedan dengan puluhan pimpinan organisasi masyarakat (ormas) di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta, Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2022). Ia menduga pertemuan itu terkait persiapan Anies yang akan maju sebagai capres pada Pilpres 2024.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak (kiri) mencium maksud terselubung di balik pertemuan Gubernur Anies Baswedan dengan puluhan pimpinan organisasi masyarakat (ormas) di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta, Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2022). Ia menduga pertemuan itu terkait persiapan Anies yang akan maju sebagai capres pada Pilpres 2024. (TribunJakarta.com/Instagram @dr.gilbertsimanjuntak)

Menurut Gilbert, kemacetan Jakarta pada era gubernur sebelum Anies Baswedan memang cukup parah.

Tetapi, hal ini terjadi karena maraknya pembangunan jalur Transjakarta yang dilakukan kala itu di sejumlah ruas jalan protokol Ibu Kota Jakarta.

Hingga kemudian pembangunan tersebut selesai dan kemacetan Jakarta bisa sedikit berkurang.

"Setelah selesai (dibangun) lalu diberi stempel seakan kerja Gubernur Anies. Ini penilaian tidak jujur," kata dia.

Ditambah lagi dengan situasi pandemi yang menyebabkan mobilitas masyarakat menjadi terbatas saat Anies Baswedan memimpin Jakarta.

Ia pun menyebutkan, bahwa penambahan lajur, jumlah bus dan integrasi tarif yang dilakukan Anies saat ini masih belum menunjukkan hasil berupa transportasi lancar, ataupun mengurangi kemacetan secara signifikan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved